Pengrajin Batik Tulis Cirebon Kian Terancam

Sambut Hari Batik Nasional, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Cirebon mengadakan Focun Group Discusion (FGD) tentang perkembangan Batik Cirebon, di Hotel Sutan Raja Jalan Tuparev, Kamis (2/10).

Sambut Hari Batik Nasional, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Cirebon mengadakan Focun Group Discusion (FGD) tentang perkembangan Batik Cirebon, di Hotel Sutan Raja Jalan Tuparev, Kamis (2/10).

KEDAWUNG, (CNC).- Berkurangnya jumlah pengrajin batik yang ada di Kabupaten Cirebon menjadi perhatian semua pihak khsusnya Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Desperindag) Kabupaten Cirebon. Dalam peringatan Hari Batik Nasional 2014 ini menjadi momentum untuk mengupas semua persoalan yang menyangkut industry batik di Cirebon sekaligus sebagai langkah awal untuk membenahi kondisi industri batik.

Beberapa permasalahan lainnya pun mengemuka saat acara Focus Group Discussion (FGD) Kajian Peningkatan Daya Saing Industri Batik Kabupaten Cirebon yang digagas Disperindag Kabupaten Cirebon, di Hotel Sutan Raja Tuparev Kecamatan Kedawung Kabupaten Cirebon, Kamis (2/10).

Acara yang di hadiri langsung Kadisperindag H Sofyan dan para pejabat disperindag itu, juga dihadiri beberapa perancang dan pengusaha batik di Kabupaten Cirebon sekaligus untuk memperingati hari batik itu sendiri.

Forum diskusi yang dimoderatori oleh Kabid Industri Disperindag, Suyatno ini berjalan cukup hidup. Bukan karena banyaknya pembahasan mengenai industry batik, melainkan juga permasalahan yang selama ini belum diketahui public menjadi terbuka dengan sendirinya.

Salah satu penggiat batik Cirebon, Abed Menda mengatakan dirinya merasa prihatin dengan kondisi industri batik di Kabupaten Cirebon saat ini. Menurutnya, Batik Tulis Cirebon yang ada di daerah Trusmi dan sekitarnya itu sejak zaman dahulu zamanya para wali sudah memiliki nilai jual yang tinggi di masyarakat luar.

Namun, kondisi sekarang di saat Batik Tulis Cirebon banyak yang dilirik oleh wisatawan asing dan domestik pengrajin mulai hilang dan terancam tidak ada penerusnya. Pokok permasalahannya sendiri terletak pada upah pengrajin yang dinilai sangat kecil. Padahal, kata dia, seorang pengrajin merupakan faktor penting pencetus hasil batik itu bisa bersaing atau tidak.

“Pendapatan pengrajin sangat minim sekali. Bagaimana regenerasi berkembang apabila upah kecil. Pengusaha juga jangan hanya menjual produk tapi nilai seninya juga harus dihormati. Salah satu cara menghormatiya itu memberikan penghasilan yang cukup kepada pengrajin,” cetus dia.

Budayawan Cirebon, Made Casta menyebutkan untuk menghindari kegiatan plagiator yang meniru hasil karya seorang pengrajin diperlukan adanya dokumentasi mengenai hasil kreasi dari creator Kabupaten Cirebon. Dengan pendokumentasian tersebut, Made berharap para creator akan lebih terlindungi.

“Hasil kreator terdahulu akan lebih dikenal oleh masyarakat. Kita belum punya itu semua dan hal itulah yang menyebabkan kenapa hasil para creator itu banyak yang menirukan. Disamping itu, Hak Atas Kekayaan Intelektual belum mengatur mengenai criteria plagiat itu sendiri. Kalau di seni music sudah ada, tapi di seni rupa belum secara spesifik,” ungkap Made.

Selain pendokumentasian, dia juga menyoroti mengenai Muatan Lokal (Mulok) di sekolah. Dia mengatakan mulok dapat membangkitkan lagi gairah terhadap industry batik khususnya kaum muda yang mulai meninggalkan kebiasaan orang tuanya menjadi seorang pengrajin.

Sementara itu, moderator acara yang juga Kabid Industri, Suyatno mengatakan kegiatan ini sengaja dilakukan oleh pihak disperindag untuk mengidentifikasi permasalahan yang terjadi di dunia industry batik.

Satu poin yang dapat diambil oleh pihaknya adalah mengenai Sumber Daya Manusia yang tak lain adalah pengrajin batik. Dia juga bertekad untuk bisa mengembalikan kejayaan Batik Tulis Cirebon. “Intinya jangan sampai kita menjadi tamu dirumah sendiri,” tandasnya. (Enon/CNC)

Sumber :http://www.cirebonnews.com

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s