Sulitnya menembus pemasaran kerajinan bukan karena konsumen tidak menyukai kerajinan

Kerajinan yang merupakan hasil olah tangan terampil masih belum mampu secara optimal dalam pemasarannya sekalipun didalam pasar lokal. Seringkali hasil kerajinan menjadi pajangan penjual dalam arti sulit menjadi konsumsi rutin bagi konsumen, tidak terjadinya transaksi menyulitkan para pengrajin meraup untung. Bahkan untuk bertahan dalam meneruskan karyanya banyak yang tekendala pada modal kerja.

Dunia Industri Kreatif memang memerlukan “perubahan” sikap dan mental para pengrajin kita. Pengrajin tidak lagi “harus bertahan” dalam pola yang itu-itu saja, sangat dibutuhkan kesinambungan “Ide Kreatif” yang terus harus diasah dan digali. Jika boleh kita menjabarkan arti “ide Kreatif” tidak berarti stagnan pada konsep yang satu. Ide Kreatif harus bersifat Fleksible dan Mobile, hal ini untuk mendorong penciptaan produk-produk baru yang mampu mendongkrak “ketertarikan” bagi konsumen.

Jelas tidak mudah. Disamping Pengrajin harus jeli melihat “keinginan” Pasar, harus pula mampu mengolah dan mengupayakan produknya benar-benar memberikan nilai lebih tanpa harus mengorbankan modal kerja yang dimiliki. Agak sensitif memang konsumen barang kerajinan tersebut, hal ini sebenarnya merupakan tantangan yang harus dijawab para pengrajin kita. Apalagi jika produk kerajinan telah banyak pesaing-pesaing baru, akan lebih sensitif lagi konsumen menghendaki kualitas produk.

Bayangkan jika dari tahun ketahun suatu produk kerajinan tanpa pengembangan sma sekali. Bisa jadi tingkat kebosanan konsumen menjadi kendala utama dalam masalah pemasaran produk. Kreativitas pengrajin benar-benar kini diuji nyali untuk melahirkan ide dan kreativitas yang benar-benar memenuhi selera konsumen.

Disamping ide kreativitas, jangan lupa kualitas produk, jangan kesampingkan pula harga produk yang tidak rasional, kemudian “service” yang diberikan pun menjadi hal penting dan terakhir “promosi” jangan diabaikan.

Belajar “Manajemen Pemasaran” memang perlu, tetapi harus diingat bahwa suatu produk kerajinan harus mempunyai “Roh Kreatif” yang berdaya saing. Disamping tetap mengupayakan pendekatan dengan Instansi Pembina, minimal mendapatkan berbagai informasi yang dapat menunjang peningkatan pemasaran produk kerajinan, bukan sekedar mengharapkan Bantuan Modal saja. Apalagi saat ini Pemerintah sedang memperhatikan UMKM termasuk para pengrajin , saatnya untuk sedikit membuang waktu melakukan pendekatan.

Sekali lagi Pemasaran Barang atau Produk Kerajinan sangat kompleks dan butuh banyak “perubahan sikap dan Mental” untuk menembus hasil yang diharapkan. Jangan pernah menyerah, tetap semangat dalam berolah kriya.

Penulis,

Halimi,SE,MM.

 

Pos ini dipublikasikan di Artikel, Artikelku, TipsTrik, Tulisanku dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s