Masyarakat Antusias Ikuti Malam Pelal Panjang Jimat

PERTAMAKA KALI DIPIMPIN PRA ARIEF NATADININGRAT

CIREBON, (PRLM).- Keraton Kasepuhan Kota Cirebon boleh dibilang memang bukan tahun ini saja menggelar malam pelal (puncak) peringatan Maulud Nabi Muhammad saw. atau yang dikenal dengan malam panjang jimat. Namun, panjang jimat 1432 Hijriah yang jatuh pada Rabu (16/2), boleh jadi memang berbeda dengan malam panjang jimat tahun-tahun sebelumnya.

Yang paling tampak adalah antusiasme para tamu yang untuk mengabadikan setiap momen dengan jarak yang lebih dekat. Sejak prosesi awal yaitu ketika Sultan Sepuh XIV Keraton Kasepuhan PRA Arief Natadiningrat diundang untuk memasuki bangsal Prabayaksa, banyak undangan yang mencari-cari posisi terbaik ponsel maupun kamera mereka.

Antusiasme warga menjadi semakin menjadi setelah Sultan disatubariskan dengan Wakil Gubernur Jawa Barat (wagub Jabar) Dede Yusuf yang malam itu hadir sebagai tamu undangan. Itu adalah kali pertama malam panjang jimat di Keraton Kasepuhan yang dihadiri oleh Wagub yang memang sebelumnya tenar sebagai artis ibu kota.

Selain itu, bagi Keraton Kasepuhan dan warganya, malam panjang jimat tahun ini merupakan yang pertama dipimpin oleh Sultan Sepuh XIV Keraton Kasepuhan PRA Arief Natadiningrat setelah menerima tampuk kepemimpinan dari Sang Ayah, Alm. Sultan Sepuh XIII Maulana Paku Ningrat setahun lalu.

Alasan-alasan itu tampaknya yang menjadi magnet bagi para tamu sehingga selalu ingin berada di jajaran terdepan sampai-sampai membaur dengan pasukan pembawa simbol-simbol kelahiran Rasulullah saw.

Pengawal pun berulang kali meminta para tamu untuk mundur. “Tahun-tahun kemarin semuanya duduk di tempat masing-masing. Ini jadi tidak begitu kelihatan prosesinya,” ujar salah seorang tamu.

Prosesi panjang jimat berlangsung sejak pukul 20.15 sampai pukul 22.00 WIB. Kata panjang jimat berasal dari “sepanjang masa”, si-ji yang berarti satu, dan mat/dirumat yang berarti dirumat atau dipelihara. Secara utuh, panjang jimat berarti memelihara satu hal dalam sanubari manusia khususnya umat Islam yaitu dua kalimat syahadat. (A-167/A-147)***

Sumber dari http://www.pikiran-rakyat.com/node/135479

http://www.pikiran-rakyat.com/node/135479

Pos ini dipublikasikan di Berita dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s