Proses Mundurnya Mubarak

JAKARTA–MICOM: Presiden Mesir Hosni Mubarak, Jumat (11/2) akhirnya mengundurkan diri. Keputusan ini diambil Mubarak setelah sejak akhir Januari lalu mendapat tekanan untuk meninggalkan jabatan yang telah didudukinya sejak 30 tahun lalu.

Berikut ini adalah proses mundurnya Mubarak sejak Mesir dilanda demo besar-besaran:

1 Februari :
– Mubarak menyatakan akan menyerahkan kekuasaannya saat habis masa jabatannya yaitu Bulan September.
– Satu juta orang protes di Mesir

2 Februari :
– Tentara memanggil pengunjuk rasa untuk meninggalkan jalan-jalan dan keriuhan jam malam pun mereda.
– Pasukan tidak berusaha untuk campur tangan dengan kekerasan yang terjadi di antara kelompok-kelompok pro-dan anti-Mubarak di Tahrir Square.
– Pemerintah menolak panggilan AS dan Eropa untuk segera memulai transisi politik.

3 Februari :
– Sejumlah pria bersenjata api menembak demonstran anti-pemerintah di Kairo, dimana sekitar 10 orang tewas dan lebih dari 830 terluka dalam pertempuran. PBB memperkirakan bahwa 300 orang tewas dalam kerusuhan.

4 Februari :
– Ribuan orang berkumpul di Tahrir Square menekan Mubarak untuk mengakhiri kekuasaannya dengan nama Hari Keberangkatan (Day of Departure)

5 Februari:
– Gamal Mubarak mengundurkan diri dari pimpinan partai yang berkuasa Mesir.

6 Februari:
– Kelompok oposisi, termasuk persaudaraan muslim yang dilarang mengadakan pembicaraan dengan pemerintah, diketuai oleh wakil presiden. Mereka mengatakan permintaan inti untuk menghilangkan Mubarak tidak terpenuhi.
– Bank kembali buka setelah penutupan selama seminggu.
– Ribuan orang berkumpul di Tahrir Square bergabung dalam doa siang untuk mengenang yang tewas dalam pertumpahan darah.

7 Februari :
– Kantor berita Mesir MENA melaporkan Mubarak telah membentuk dua komite untuk menyusun perubahan konstitusi.
– Pasar saham tetap tertutup, untuk membuka kembali pada 13 Februari.
– Oposisi angka laporan sedikit kemajuan dalam pembicaraan denganm pemerintah.

8 Februari:
– Warga Mesir menggelar demonstrasi terbesarnya. Wakil Presiden Suleiman mengatakan Mesir memiliki jadwal damai pengalihan kekuasaan. Dia berjanji tidak ada pembalasan terhadap para pengunjuk rasa.

9 Februari :
– Empat orang tewas dan beberapa luka-luka dalam bentrokan antara pasukan keamanan dan sekitar 3.000 pengunjuk rasa di Provinsi New Valley, selatan Kairo.
– Pro-demokrasi pengunjuk rasa mengkonsolidasi perkemahan baru sekitar gedung parlemen Kairo sebagai Tahrir Square tetap ramai. Pengunjuk rasa mengatakan penyelenggara bekerja pada rencana untuk memindahkan ke negara radio dan televisi bangunan pada 11 Februari.

10 Februari :
– Pada hari ke-17 protes terhadap pemerintahannya, Mubarak mengatakan, Mesir sedang menuju hari demi hari untuk sebuah damai pengalihan kekuasaan dan ia berkomitmen untuk melindungi konstitusi sampai itu terjadi.
– Mubarak menyatakann akan menyerahkan kekuasaan kepada wakil presiden, tapi ditolak tuntutan pengunjuk rasa ‘bahwa ia keluar kantor segera. Mubarak juga menyatakan penyesalan atas kematian demonstran.

11 Februari :
– Mubarak turun, menyerahkan kekuasan ke tentara dan mengakhiri 30 tahun kekuasaan. Suleiman Omar mengatakan sebuah dewan militer akan menjalankan urusan dunia Arab yang paling padat penduduknya bangsa. (Eno/OL-04)

http://www.mediaindonesia.com/read/2011/02/12/202852/39/6/Proses-Mundurnya-Mubarak

Pos ini dipublikasikan di Berita, Hotnews dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s