“Memayu” di Keraton Kanoman Cirebon

CIREBON, KOMPAS.com–Ribuan masyarakat menghadiri “Memayu” di Keraton Kanoman Cirebon, Jawa Barat, yang merupakan kegiatan tahunan dalam rangkaian menjelang Maulid Nabi Muhammad SAW.

“’Memayu’ merupakan ritual pemeliharaan bangungan seperti Siti Hinggil, Lumpang Watu, Bangsal Witana, Geong Jimat, Pendopo Jinem serta Langgar Keraton Kanoman,” kata Sekretaris Keraton Kanoman RR Arimbi Nurtina ST kepada wartawan di Cirebon, Selasa.

Dikatakannya, pelaksanaan “Memayu” tersebut adalah “Abdi Dalem” dari berbagai daerah yang jumlahnya mencapai ratusan orang.

Tugas “Abdi Dalem” pada acara “Memayu” tersebut adalah membersihkan seluruh area Keraton Kanoman Cirebon untuk keperluan “Pajang Jimat atau Mauludan,” serta merenovasi atap rumbia beberapa bangunan lainnya.

Menurut dia, “Memayu” merupakan bahasa Cirebon asli yang artinya memperbaiki atau membuat bagus yang mengandung dua pengertian, yakni membagusi atap-atap rumah yang sudah lama dan mengantikan dengan yang baru.

Makna kedua, adalah membagusi diri manusia dari sifat-sifat lama yang jelek denga sifat-sifat yang bagus, katanya.

Berkaitan dengan “Memayu,” tersebut masyarakat dari berbagai daerah di Wilayah III Cirebon, yakni Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Majalengka, Kuningan dan Indramayu bahkan Brebes (Jateng) datang membawa beras dan bahan-bahan sayuran.

Pada perinsipnya, pihak Keraton telah menyediakan masakan berupa nasi “bugana” semacam nasi kebuli hingga satu kuintal, katanya.

Nasi “bugana” tersebut disajikan kepada para “Abdi Dalem” yang melakukan “Memayu,” yang sebelumnya dibuka dengan doa.

Puncak acara Maulid Nabi Muhmmad SAW dilaksanakan 16 Pebruari 2011 mulai pukul 16.00 WIB berupa “Panjang Mios/Lamaran” dan pukul 21.00 WIB yakni “Panjang Jimat,” di Masjid Kanoman.

Ditambahkannya, setiap tahun rangkaian kegiatan maulid nabi tampak semakin ramai. “Mungkin karena populasi penduduk makin padat. Kami sebagai penerus Keraton Kanoman secara ikhlas menghargai minat masyarakat menghadiri ritual tahunan tersebut,” katanya.

Cepi yang merupakan suami RR Arimbi manambahkan, dalam acara puncak maulid nanti ia mengharapkan Menteri Pariwisata datang guna menyaksikan Panjang Jimat, mengingat kegiatan tersebut merupakan objek wisata yang menarik.

Penulis: Jodhi Yudono | Editor: Jodhi Yudono
Selasa, 1 Februari 2011 | 21:49 WIB

 

Pos ini dipublikasikan di Berita, Hotnews dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s