Kerusakan Jalan Cirebon-Bandung Makin Parah

illustarsi jalan rusak-google

illustarsi jalan rusak-google

CIREBON, (PRLM).- Kerusakan jalur utama jalan Cirebon-Bandung semakin parah, akibat banyaknya truk pengangkut batu bara di jalur jalan tersebut. Selain menyebabkan kerusakan jalan yang parah, truk-truk pengangkut batu bara tersebut juga menyebabkan turunnya konstruksi badan jalan Cadaspangeran, beberapa sentimeter.

illustarsi jalan rusak-google

illustarsi jalan rusak-google

Menurut Kepala Badan Koordinasi Pemerintahan dan Pembangunan (BKPP) Wilayah Cirebon, Ano Sutrisno, selama truk-truk pengangkut batu bara dengan muatan berlebih masih melalui jalur tersebut, kerusakan jalan bakal tidak pernah berhenti. “Setiap tahun selalu dilakukan perbaikan jalan di jalur tersebut, tapi setiap tahun pula terjadi kerusakan jalan, selama truk-truk dengan muatan berlebih seperti truk batu bara selalu melalui jalur tersebut,” kata Ano saat memberi sambutan dalam seminar “integrasi sistem transportasi angkutan barang dan solusinya” di Hotel Apita Kamis (13/1).

Dijelaskan Ano, kapasitas jalan di jalur tersebut sesuai dengan Peraturan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar hanya 8,2 ton. “Namun kenyataannya, truk-truk pembawa batu bara itu mengangkut melebihi tonase yang diizinkan,” katanya.

Keberadaan jembatan timbang, yang seharusnya menjadi pengatur tonase kendaraan, tidak bisa melaksanakan fungsi tersebut karena tidak memiliki tempat menampung kelebihan barang. “Kelebihan muatan itu pun sebenarnya harus diturunkan. Namun karena tidak memiliki tempat untuk menampung kelebihan muatan, sehingga akhirnya hanya denda yang dilaksanakan,” paparnya.

Karena itu, katanya, dibutuhkan angkutan alternatif untuk mengangkut batu bara dari Pelabuhan Cirebon menuju Bandung. “Kalau dihentikan tidak mungkin, karena banyak pabrik di Bandung yang bahan bakarnya bergantung dari batu bara,” kata Ano.

Sementara itu Kepala Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon, Muhardjito menjelaskan, alternatif yang paling memungkinkan untuk bisa mengangkut batu bara tersebut yakni dengan melalui jalur kereta api. “Saat ini infrastruktur untuk pengangkutan batu bara menggunakan kereta dengan tujuan Bandung semua sudah dipersiapkan,” katanya.

Diharapkan pada 2012 mendatang, pengangkutan batu bara dengan menggunakan kereta api sudah bisa direalisasi. Menurut dia, mengangkut batu bara menggunakan kereta api memiliki kelebihan dibandingkan dengan mengangkut menggunakan truk. “Satu rangkaian kereta api bisa mengangkut hingga 800 ton batu bara. Ini setara dengan 32 truk jika kapasitas angkut truk 25 ton,” katanya.

Sedangkan Direktur Komersial PT KAI, Sulistyo Wimbo Harjito mengungkapkan, mengangkut barang lebih menguntungkan ketimbang mengangkut orang. “Kalau barang kan tidak rewel, tidak perlu AC, tidak tergantung waktu dll, jadi lebih menguntungkan,” katanya. (A-92/A-147)***

http://www.pikiran-rakyat.com/node/132219

Pos ini dipublikasikan di Berita, Hotnews dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s