Tersedia 10.000 Lowongan Kerja di Bank Syariah

P.H.H. MUSTOFA,(GM)-
Tersedia 10.000 lowongan pekerjaan (loker) untuk perbankan syariah di Indonesia sepanjang tahun 2011. Sementara supply atau penyediaan tenaga kerja di bidang perbankan syariah sangat terbatas.

“Tersedianya lowongan pekerjaan tersebut dipicu semakin tren dan berkembangnya perbankan syariah di Indonesia, bahkan dunia,” ungkap Rektor Universitas Sangga Buana (USB) YPKP Bandung, Dr. H. Asep Effendi R., S.E., M.Si. kepada wartawan usai penandatanganan MoU dengan Bank Bukopin Syariah, BPPKP, Smart English Language Training, dan Web Development Sadulur di kampus USB, Jln. P.H.H. Mustofa Bandung, Rabu (5/1).

Dikatakan Asep, perkembangan perbankan syariah cukup pesat, bukan hanya bank, tetapi juga leasing, asuransi, dan BMT. Sayangnya perkembangan tersebut tidak diikuti lembaga pendidikan perbankan syariah.

“Melihat peluang yang sangat terbuka tersebut, kami mencoba membuka program studi (prodi) perbankan syariah, baik diploma tiga (D3) maupun strata satu mulai tahun ini,” ungkapnya.

Asep menyebutkan, USB sebenarnya sudah membuka D3 perbankan syariah sejak tahun 2007. Namun, pendidikannya belum spesifik ke perbankan syariah dan masih didominasi perbankan konvensional.

“Tahun ini kita akan lebih spesifik pada perbankan syariah, baik program D3 maupun S1,” tegasnya.

Saat ini, lanjutnya, pendidikan perbankan syariah baru ada di Jakarta dan sekarang di Bandung (USB). Untuk program D3 yakni spesialis perbankan syariah, sedangkan untuk S1 yakni manajemen perbankan umum dan perbankan syariah.

“Saya berharap dengan dibukanya prodi perbankan syariah ini, USB bisa menyediakan lulusan tenaga siap pakai di perbankan syariah,” ujarnya.

Asep menyebutkan, hampir semua karyawan perbankan syariah adalah lulusan pendidikan perbankan konvensional. “Walau demikian perbankan syariah tetap berkembang,” tandasnya.

Hal itu diakui Account Officer Bank Syariah Bukopin, Dewi Indriyati. Menurut Dewi, sebagian besar karyawan dan marketing bank syariah diisi oleh karyawan dan marketing bank konvensional.

“Akibatnya, sistem yang digunakan di bank syariah pun masih berbau bank konvensional, sekalipun sudah mendapat pelatihan syariah,” ujarnya.

Karena itu, Dewi pun menyambut baik USB membukan prodi perbankan syariah secara spesifik. Dengan demikian, lanjutnya, kekosongan sumber daya manusia (SDM) perbankan syariah bisa terpenuhi.

“Kami berharap lulusan pendidikan perbankan syariah ini bisa memenuhi SDM perbankan syariah di Indonesia,” ujarnya. (B.81)**

Sumber dari http://www.klik-galamedia.com/indexnews.php?wartakode=20110106095623&idkolom=tatarbandung

Pos ini dipublikasikan di Artikel, Berita, Bisnis, Peluang Usaha dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s