Pemesan hotel dan tiket jelang Imlek masih sepi

Oleh Chairul Anam
Published On: 27 January 2011

MALANG: Pemesanan kamar hotel dan tiket penerbangan rute Malang-Jakarta kondisinya adem-ayem menyambut liburan imlek dengan tidak ditandai kenaikan tingkat hunian yang tajam maupun load factor penerangan yang naik.

Seperti di Regent’s Park Hotel di Jl. Jaksa Agung Suprapto 12-15, Kota Malang, kata General Manager hotel tersebut Rondan, pada hari H-Imlek 3 Februari malah tidak ada kenaikan hunian yang signifikan.

“Biasanya memang tradisi Imlek baru ramai pada H+1, yakni 4 Februari. Saat ini pemesanan kamar sudah mencapai 40%,” kata Rondan di Malang, hari ini.

Pada hari H+1, menurut dia, biasanya tingkat hunian meningkat menjadi antara 60%-70%.

Pasalnya pada awal-awal tahun tingkat hunian hotel memang rata-rata sepi. Bulan-bulan tersebut bukan merupakan hari libur.

Di samping itu, kegiatan-kegiatan korporasi maupun instansi biasanya masih jarang. “Bahkan pada Januari diprediksikan tingkat hunian kami hanya mencapai 30%, syukur-syukur bisa mencapai 40%.”

Untuk menarik tamu berkunjung ke hotel tersebut, menurut dia, pihaknya menggelar even khas Imlek, yakni pesta musik, makan bersama keluarga maupun relasi sekaligus fasilitas di ramal, fortune teller.

Pengunjung saat menikmati makan bersama keluarga maupun relasi, katanya, dihibur lagu-lagu mandarin. Mereka juga bisa diramal peruntungannya dengan peramal yang terkenal. “Satu meja untuk 10 orang. Kegiatan tersebut berlangsung 1-2 Februari.”

Pesta Imlek itu selain diperuntukkan pengunjung hotel dengan membayar charge, juga diperuntukkan untuk umum.

Kondisi yang sama juga terjadi pada penerbangan. Branch Manager Garuda Indonesia Malang Dharmawan Y. Hendrarta  mengatakan pada libur Imlek 3 Februari tidak ada kenaikan pemesanan tiket Garuda rute Malang-Jakarta.

Tingkat okupasi maupun load factor Garuda masih sama seperti hari-hari biasa, yakni 80% dari seat yang tersedia sebanyak 110 seat.

Tidak diketahui pasti penyebab sepinya pemesanan tiket penerbangan pada libur Imlek. Namun baik Dharmawan maupun Rondan menduga, sepinya tamu pengunjung hotel maupun yang bepergian ke Jakarta dengan menggunakan pesawat karena warga keturunan Tionghoa yang merayakan Imlek justru banyak yang ke luar negeri.

“Mungkin banyak yang ke luar negeri,” kata Rondan yang dibenarkan Dharmawan.

Menurut Rondan, fenomena sepinya tamu hotel yang menginap pada liburan Imlek sebenarnya selalu terjadi dari tahun ke tahun. Berbeda dengan liburan Lebaran maupun Natal yang justru kebalikannya, ditandai tingginya tingkat hunian hotel.

Lagi pula pada liburan Natal bersamaan dengan libur panjang akhir tahun sehingga pelajar, mahasiswa, pegawai perusahan, maupun pegawai negeri, liburnya bersamaan sehingga mereka sekeluarga bisa memanfaatkan momentum libur panjang untuk berlibur.(k24)

Sumber dari http://www.bisnis.com/ekonomi/jasa/10049-pemesan-hotel-dan-tike-jelang-imlek-masih-sepi

Pos ini dipublikasikan di Artikel, Bisnis dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s