Desain Itu Penting

Membuat kartu nama adalah perkara yang “sederhana”. Kita cukup mencantumkan logo, nama, alamat perusahaan dan nama si karyawan beserta posisinya di kartu nama tersebut. Namun disadari atau tidak, benda “sesederhana” tersebut ternyata mencerminkan citra dari perusahaan tersebut.

Seorang CEO sebuah perusahaan piranti pendidikan pernah menyatakan ketidakpuasannya kepada saya tentang desain kartu nama perusahaannya. Desain itu dibuat oleh seorang “desainer” yang dikenalnya. Entah kenapa ada yang membuat dia “kurang sreg” dengan desain tersebut. Kesannya kurang elegan menurutnya. Namun secara jujur dia mengatakan belum menemukan “faktor” yang membuatnya tidak elegan. Padahal menurutnya, desain tersebut sudah “menarik” dengan memainkan banyak gambar, warna-warna dan beberapa efek photoshop.

Setelah saya analisis sebentar, saya memberi kesimpulan kepadanya bahwa desain tersebut “terlalu ramai” sehingga malah terkesan norak. Belum lagi font yang dipilih adalah comic sans, yang membuatnya jadi semakin parah. Setelah diminta bantuan oleh CEO tersebut, saya buatkan dia desain kartu nama yang baru.

Desain yang saya buat justru jauh lebih sederhana dari desain sebelumnya. Saya hanya memainkan unusr grafis berupa garis dan kotak. Tetapi memang, font-nya saya pilih yang formal dan elegan. Serta penempatan yang hati-hati. Dan sebagai hasilnya dia puas sekali dengan desain tersebut. Walaupun tentunya dia harus merogoh kocek lebih mahal daripada sebelumnya. (Dia sempat kaget dengan harga yang saya minta sebelumnya).

Dalam realita, kita berhubungan dengan banyak desain : kop surat, banner, majalah, buku, koran, web, product packaging, dan masih banyak lagi. Dengan mudah kita bisa membedakan antara koran yang berkualitas dengan “koran murahan”. Atau membedakan antara kop surat perusahaan “kacangan” dengan perusahaan yang bonafide. Semua seakan sesederhana hanya dengan melihat dari tampilan luarnya.

Oleh karena itu jika masih ada orang yang belum menghargai desain dengan semestinya maka bersiap-siap akan kalah dalam persaingan. Sebab dia sudah meremehkan salah satu faktor terpenting untuk memenangkan persaingan tersebut. Dan pada akhirnya dia menjadi bagian yang teremehkan…

Sumber dari http://simplestudioindonesia.com/content/view/27/42/lang,ina/

Pos ini dipublikasikan di Artikel, Bisnis, Peluang Usaha dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s