Kemenakertrans Beri Bantuan Wirausaha Koperasi TKI Purna

JAKARTA – Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) melakukan pengembangan pelatihan kewirausahaan di 38 kabupaten/kota kantong TKI utama, dari 159 kabupaten/kota pengirim TKI di seluruh Indonesia. Hal ini disebutkan dilakukan sebagai upaya mengurangi pengiriman TKI sektor informal ke luar negeri.

“Pemerintah fokus pada upaya pemberdayaan ekonomi TKI dengan menggulirkan program pelatihan kewirausahaan, (yang) ditujukan bagi calon TKI, TKI Purna, dan keluarga TKI yang berada di daerah-daerah pengirim TKI,” terang Menakertrans Muhaimin Iskandar di Jakarta, Jumat (14/).

Untuk tahap awal, Muhaimin menjelaskan, pihaknya juga telah memberikan bantuan Subsidi Program sebesar Rp 40 juta kepada Koperasi TKI Purna Jaya Makmur, di Malang, Jawa Timur. Dalam pelaksanaan subsidi program pelatihan kewirausahaan bagi TKI Purna yang tinggal di wilayah tersebut, pihak Kemenakertrans bekerjasama dengan Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) yang akan melakukan proses pendampingan langsung.

Dijelaskan, dalam pemberdayaan ekonomi calon TKI, TKI Purna dan keluarga TKI menjadi salah satu prioritas pemerintah saat ini. Sehingga nantinya mereka diharapkan tidak berniat lagi bekerja ke luar negeri, karena telah menemukan lapangan pekerjaan yang baru yaitu melakukan wirausaha mandiri.

“Pelatihan kewirausahaan disesuaikan dengan potensi sumber daya alam yang tersedia di sekitar daerah kantong TKI, agar dapat berhasil mengelola usaha secara mandiri, dan dapat meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup TKI beserta keluarganya,” ujar Muhaimin.

Muhaimin menyebutkan, jenis-jenis pelatihan wirausaha yang dilakukan sendiri, meliputi budidaya ayam, sapi dan kambing, usaha konveksi, menjahit dan bordir. Selain itu ada juga pelatihan tata rias pengantin, tata boga, bengkel motor, sablon dan percetakan, pengelasan, konstruksi skala kecil, dan lain-lain.

Untuk diketahui, berdasarkan data Kemenakertans per Juli 2010, tercatat bahwa Kota Cirebon, Jawa Barat, merupakan daerah kantong TKI yang paling banyak mengirimkan TKI ke luar negeri, dengan jumlah 129,717 orang. Selanjutnya disusul Indramayu sebanyak 95,581 orang, Subang 95,180 orang, serta Cianjur (juga di Jawa Barat) sebanyak 89,182 orang. Sedangkan Lombok Tengah NTB mengirimkan 62,512 orang, Lombok Barat NTB 59,751 orang, Sukabumi (Jawa Barat) 55,207 orang, Ponorogo (Jawa Timur) 47,717 orang, Lombok Timur NTB 46,962 orang, serta Malang (Jawa Timur) sebanyak 39,610 orang.

Dijelaskan Muhaimin lagi, pelatihan kewirausahaan yang dilakukan pihak Kemenakertrans ini, dilakukan dengan metode pengetahuan teknis, praktek kerja lapangan, pemberian modal usaha, proses pendampingan, serta strategi pemasaran hasil usaha. “Untuk permodalan, akan ditingkatkan peran serta dan kerjasama dengan pihak perbankan, dalam program kredit usaha rakyat (KUR) khusus TKI. Bahkan TKI Purna pun berhak mendapat fasilitas KUR, berupa kredit usaha mikro kecil dan menengah (UMKM),” bebernya. (cha/jpnn)

Pos ini dipublikasikan di Berita, Hotnews dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s