Pemkab dan Dewan Cirebon Dikritik

SUMBER, (PRLM).- Penderitaan yang menimpa dua TKW asal Cirebon merupakan rangkaian peristiwa sebelumnya yang juga dialami migran yang lain. “Kami menyayangkan pemkab dan dewan yg tidak merespon usulan perda terkait traficking,” kata Direktur Fahmina Institut, Marzuki Wahid di Sumber, Selasa.

Kritik tersebut disampaikannya setelah dua wanita tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Losari, Kab. Cirebon terindikasi telah menjadi korban traficking. Di samping ketika berangkat ke negara tujuan usianya masih terlalu muda, mereka juga mendapat siksaan serta jatuh dari lantai bangunan tinggi sehingga cedera.

Kedua korban tersebut masing-masing Muawaroh (16) asal Desa Ambulu, Kec. Losari dan Erna binti Budiyono (26) asal Blok Mengger Desa Astana langgar, Kec. Losari Kab. Cirebon.

Keluarga Muawaroh sekarang kebingunan untuk biaya pengambilan pen di tubuh putrinya yang sebelumnya cedera dan dirawat di RS di Jordania. Hasil konsultasi ke RS, Muawaroh butuh biaya Rp 20 juta, dan yang bersangkutan tidak memiliki jamkesmas.

Muawaroh sudah mengadu ke BNP2TKI di Jakarta pada Oktober tahun 2010 lalu namun hingga sekarang belum ada jawaban. “Diasumsikan bahwa TKI tersebut terindikasi korban traficking karena, ketika berangkat menjadi TKI baru berusia lima belas tahun,” kata Castra Aji Sarosa, Ketua Forum Warga Buruh Migran Indonesia (FWBMI), Selasa (18/1).

Sementara itu, Erna Bt. Budiyono yang menjadi TKI di Riyadh, Arab Saudi yang berangkat pada tahun 2001 lewat PPTKIS PT. Dwi Citra Putra Mandiri, Jakarta, sekarang sedang sakit dan murung serta tidak dilakukan pengobatan karena pihak keluarga mengeluhkan keterbatasan biaya untuk membawanya ke dokter atau ke RS.

“Dia bekerja di majikan tersebut di Riyahd Saudi Arabia dan pulang tidak membawa sepeserpun uang dari gajinya. Buruh migran tersebut terindikasi korban Traficking,” kata Castra.

LSM FWBMI dan SBMI Cirebon saat ini sedang berusaha membantu untuk mencari solusinya . Castra juga agar Pemda Kab. Cirebon dalam hal ini Disnaker segera pro aktif untuk proses penyelesaian atas permasalahan dan kesulitan yang sedang menimpa dua ) TKI atau keluaganya itu. (A-146/A-26).***

Sumber dana http://www.pikiran-rakyat.com/node/132652

Pos ini dipublikasikan di Berita, Hotnews dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s