KONFERENSI INTERNASIONAL-Perkembangan Agama Mewarnai Sistem Politi

YOGYAKARTA (Suara Karya): Perkembangan agama-agama di Asia Tenggara telah mewarnai sistem politik dan kebudayaan di berbagai negara. Selain itu, kebangkitan agama-agama di ruang publik kini menjadi gejala umum di banyak negara.
Demikian mengemuka dalam “The Internasional Conference and Research on The Resurgence of Religions in Souteast Asia, 1997-2011” di Yogyakarta, Kamis (6/1).
Profesor Hubungan Internasional dan Kajian Islam di Georgetown University Esposito di sela konferensi internasional tersebut mengakui, kondisi tersebut terjadi tak hanya di Asia Tenggara namun hingga Amerika Serikat. Bahkan, nuansa kehidupan beragama juga mulai terasa di negeri China. RRC yang dulu berpaham komunis, kini mengalami perombakan mendalam dalam sikap mengekspresikan kehidupan beragama di wilayah publik.
Untuk itulah, kajian dan penelitian mendalam soal kebangkitan agama dibutuhkan untuk mengambil sisi positif dari kebangkitan agama-agama yang masuk ke berbagai ranah kehidupan baik politik, ekonomi, sosial dan budaya.
“Ada perkembangan agama di Asia Tenggara dan RRC. Aagama mewarnai sistem politik dan kebudayaan di berbagai negara, dan muncul fenomena bangkitnya agama-agama,” kata Esposito.
Ia mengakui, masalah kebangkitan agama memang rumit. Kalau dulu pada 1950-an ada ramalan agama akan berkurang peranannya di ranah publik. Namun, kini semangat dan roh agama sudah terasa muncul dan mewarnai kebijakan di banyak negara.
Radikalisasi Agama
Esposito mencontohkan, Islam dan agama di Asia Tenggara yang dulu tidak mendapatkan perhatian kajian semestinya, kini mulai menarik minat banyak pihak dan menghasilkan pemikir dan intelektual berkelas dunia yang cukup berpengaruh.
Agama diakui berkembang ke arah positif dan mewarnai kehidupan bermasyarakat. Namun, di sisi lain ada kekhawatiran kemunculan radikalisasi berlatar agama yang merisaukan. Karena menjadi sisi negatif dan terjadi politisasi atas agama yang berbeda.
Sementara itu, Direktur Institute on Culture, Religion, and World Affairs , Boston University, Robert W Hefner mengatakan, sekarang agama bukan untuk hal pribadi saja, tapi pasukan, roh semangatnya jauh merasuk ke wilayah publik. “Fenomena ini terjadi tak hanya di Asia Tenggara, tapi juga di RRC hingga AS,” katanya.
Ia menunjukkan, jumlah orang yang semakin banyak beribadah di masjid, gereja, pura dan tempat ibadah lain di negara Thailand, Burma hingga Vietnam. “Ada proses reformasi terjadi dalam pemahaman keagamaan. Pendidikan formal di Asia Tenggara, juga mengajarkan agama di kurikulum sekolah,” katanya. (B Sugiharto)
http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=270107

Pos ini dipublikasikan di Berita, Hotnews dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s