LAGI-LAGI TAWURAN

Baru juga menginjak Tahun Baru 2011, salah satu kawasan di Jakarta terjadi TAWURAN MASSAL. Mengapa hal ini mesti terjadi? begitu sulitkah saling menghargai sesama dan saling menghormati Kesatuan dan Persatuan Bangsa. Sebuah fenomena klasik dalam kehidupan masyarakat kita, menyelesaikan permasalahan dengan cara sendiri. Yang membuat kita sedih dan prihatin, justeru mereka melukai para aparat keamanan kita yang mempunyai kewajiban untuk mengamankan situasi. Mana rasa persaudaraan itu, mana rasa kebersamaan itu ? apakah hanya ditujukan ketika menonton Pertandingan Piala AFF kemarin? Garuda didadaku, adalah perlambang bahwa kita adalah satu. Satu Nusa,Satu Bangsa, Satu Bahasa…..INDONESIA. Dibawah ini kutipan beberapa berita dari berbagai media, yuk kita simak !

1. Metropolitan.inilah.com.

illustrasi

illustrasi

“Dua kelompok warga bentrok di Daan Mogot”

Metropolitan – Minggu, 9 Januari 2011 | 21:04 WIB

INILAH.COM, Jakarta -Tawuran antarwarga kembali terjadi di Jakarta. Kali ini, dua kelompok warga bentrok di kawasan jalan Daan Mogot Jakarta Barta arah Pesing.

Traffic Magement Centre Polda Metro Jaya menyebutkan, jalan Daan Mogot di ke arah Pesing ditutup sejak pukul 19.56 WIB. Kendaraan yang melintas di kawasan itu diminta memutar balik.

Warga disarankan menghindari jalan tersebut. Belum diketahui kelompok mana yang terlibat tawuran tersebut.

Sebelumnya, bentrokan juga terjadi antara anggota sebuah organisasi massa dengan kelompok warga di Jelambar, Jakarta Barat. Bentrokan ini terjadi karena saling ejek.

Insiden ini bermula ketika massa dari sebuah organisasi tersebut melayat anggotanya yang meninggal dunia. Puluhaan anggota organisasi yang mengendarai sepeda motor tersebut lari dikejar puluhan kelompok warga. Sepeda motor yang mereka kendarai terpaksa ditinggal dilokasi kejadian. Sepeda motor tersebut kemudian dibawa oleh polisi. [tjs] http://metropolitan.inilah.com/read/detail/1128832/dua-kelompok-warga-bentrok-di-daan-mogot.

2. Detiknews.com

“Tawuran di jelambar suasana mencekam dan lalulintas macet”

Ramadhian Fadillah – detikNews 

Jakarta – Dua kelompok masyarakat terlibat tawuran di Jelambar, Jakarta Barat. Suasana mencekam dan lalu lintas pun terpaksa dialihkan.

“Ada pengalihan arus lalin di sekitar Jelambar, imbas bentrok antar Kelompok Masyarakat,” demikian informasi dari situs TMC Polda Metro Jaya, Minggu (9/1/2010) malam.

Kepolisan menjelaskan lalu lintas dari arah Daan Mogot menuju Tubagus Angke dialihkan ke Grogol.  Sementara lalu lintas dari Jembatan Dua menuju Pesing dialihkan ke Jembatan Besi.

Informasi soal tawuran ini juga disampaikan oleh pembaca detikcom, Fen-feng. “Sekitar 100 lebih polisi menjaga keamanan di daerah Jelambar , Pangeran Tubagus Angke, Pesing, Jakarta Barat terkait bentrok 2 ormas. Hati-hati saja jika lewat daerah sana,” tulis Feng-feng.

Sementara Yudi menulis, beberapa kendaraan sempat dirusak oleh dua kelompok yang bertikai. “Puluhan kendaraan dirusak dan puluhan rumah dirusak. Mohon Bantuan aparat,” tulis Yudi pukul 21.36 WIB. (rdf/rdf)

Sumber dar http://www.detiknews.com/read/2011/01/09/215014/1542693/10/tawuran-di-jelambar-suasana-mencekam-lalu-lintas-macet?n991102605

3. Okezone.com.

” Bentrok jelambar, 5 Anggota FBR luka”

Minggu, 9 Januari 2011 – 23:13 wib

<!–div> text TEXT SIZE :   </div–> 

Anton Suhartono – Okezone

 

Ilustrasi (Dok: Koran SI)
JAKARTA – Panglima FBR Amirullah menyebut lima anggotanya terluka dalam bentrokan di Jalan Jelambar, Jakarta Barat, sore hingga malam tadi. 

Menurut Amirullah, puluhan orang dari salah satu ormas kedaerahan menyerang secara tiba-tiba anggotanya yang baru pulang melayat.

“Kami diserang tiba-tiba. Padahal teman-teman tadi baru pulang melayat ada rekan kami yang meninggal. Tiba-tiba dengan arogan mereka serang begitu saja,” ujar Amirullah kepada okezone, Minggu (9/1/2011).

Dia menyebut ada empat sampai lima orang yang mengalami luka sabetan parang. Namun belum diketahui pasti kondisi para korban hingga saat ini. “Mereka menyerang dengan parang, tadi saya terima informasinya seperti itu,” sambungnya.

Meski demikian, Amirullah mengaku belum mengetahui pasti penyebab bentrokan. Pihaknya masih mengumpulkan informasi termasuk berkoordinasi dengan Polres Jakarta Barat. “Saya sendiri belum tahu kenapa tiba-tiba diserang,” katanya.(ton)

Sumber dari http://news.okezone.com/read/2011/01/09/338/412065/bentrok-jelambar-5-anggota-fbr-luka

4. Okezone.com

“Polisi luka dalam Bentrokan Jelambar”

Senin, 10 Januari 2011 – 01:01 wib

<!–div> text TEXT SIZE :   </div–> 

K. Yudha Wirakusuma – Okezone

JAKARTA – Bentrokan antara dua kelompok massa di Jelambar, Jakarta Barat, juga menimbulkan korban dari pihak polisi. 

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Baharuddin Jafar mengatakan setidaknya lima orang luka dalam insiden itu.

“Dari infornmasi yang didapat tiga anggota FBR mengalami luka, satu dari kelompok Flores. Satu polisi juga luka. Saat ini kondisi korban dari kedua pihak masih dalam perawatan,” ujar Baharuddin saat dikonfirmasi okezone, Senin (10/1/2011).

Selain pihak polisi, Baharuddin menyebutkan ada tiga korban luka dari pihak FBR dan satu dari kelompok Flores.

Dia menambahkan kondisi di sekitar lokasi bentrokan sudah kondusif sejak sekira pukul 22.00 WIB. Namun petugas masih berjaga untuk memastikan tidak ada bentrok susulan.

“Kondisi sudah kondusif dan sudah bisa ditangani polisi. Massa dari dua kelompok juga sudah tidak ada lagi di jalanan,” ucapnya.

Polisi, kata Baharuddin, hingga kini kami masih menyelidiki penyebab pasti bentrokan. “Karena dari dua kubu mengalami jatuh korban dan mereka melaporkan dan kami pasti akan melakukan pengusutan,” katanya. (ton)

Sumber dari http://news.okezone.com/read/2011/01/10/338/412076/polisi-luka-dalam-bentrokan-jelambar

5. Detiknews.com

“Tawuran di Jelambar ,2 Ormas bawa Clurit dan Bom Molotov”

Febrina Ayu Scottiati – detikNews

Jakarta – Tawuran dua ormas di Jelambar, Jakarta Barat, telah usai. Puluhan motor hancur dan puluhan pelaku tawuran terluka. Saat tawuran, mereka menggunakan aneka senjata tajam, hingga bom molotov.

“Tadi ormas yang satu bawa tongkat dan celurit. Lawannya ada yang bawa panah dan bom molotov,” ujar Bernard, seorang saksi mata di lokasi tawuran, Komplek BNI Jl Tubagus Angke, Jakarta Barat, Senin (10/1/2011) dini hari.

Bernard menjelaskan saat bentrok, suasana sangat mencekam. Perang batu dan saling bacok terus terjadi.

“Polisi juga beberapa kali menembak ke atas untuk membubarkan tawuran,” terang dia.

Sementara itu, Kasat Samapta Polres Jakarta Barat, Kompol Suarta menjelaskan penyebab kejadian sebenarnya sepele. Beberapa anggota ormas sedang melayat temannya.

“Mereka memenuhi jalan dan geber-geber gas. Tidak terima, ormas satunya lagi marah. Yang melayat itu dipukuli,” terang Suarta.

Suarta belum mengetahui berapa jumlah personel polisi yang terluka. Tapi dia memastikan seorang anak buahnya ikut terluka.

“Kalau pastinya saya tidak tahu. Karena begitu ada yang luka kan langsung dievakuasi,” tutup dia.

Sebelumnya diberitakan dua kelompok masyarakat terlibat tawuran di Jelambar, Jakarta Barat, Minggu (10/1/2011). Aksi ini sempat mengakibatkan lalu lintas di sekitar lokasi tawuran ditutup. (rdf/rdf)

Sumber dari http://www.detiknews.com/read/2011/01/10/011834/1542713/10/tawuran-di-jelambar-2-ormas-bawa-celurit-panah-bom-molotov?n991103605

6. DetikNews.com

“Polisi masih dalami Kemungkinan tersangka Tawuran Jelambar”

Chazizah Gusnita – detikNews

Jakarta – Tersangka tawuran antar dua kelompok di kawasan Jelambar, Jakarta Barat akhirnya diketahui. Namun tersangka ini masih didalami kembali keterlibatannya.

“Laporan memang ada (tersangka) tapi sedang didalami. Kita identifikasi,” kata Kapolres Jakarta Barat Kombes Pol Yazid Fanani saat dihubungi detikcom, Senin (10/1/2011).

Menurut Yazid, berapa banyak jumlah tersangka juga masih didalami. Dari pemeriksaan sejumlah saksi-saksi, awal terjadinya keributan dikarenakan masalah ketersinggungan.

“Intinya pokok masalah hanya tersinggung saja,” ujarnya.

Yazid mengatakan, selain Kabag Operasi Polres Jakbar, ada beberapa anggota polisi lainnya yang mengalami luka-luka saat mengamankan tawuran dua kelompok tersebut. Namun anggota polisi tersebut hanya mengalami luka ringan dan tidak rawat inap di rumah sakit.

“Ada beberapa anggota tapi bisa pulang. Cuma Kabag Ops kita yang kondisinya sampai sekarang masih dirawat. Semoga kita doakan cepat sembuh,” jelasnya.

Yazif menambahkan ada sejumlah bukti-bukti yang sudah disita polisi pasca tawuran terjadi. Bukti-bukti tersebut antara lain pecahan beling botol dan barang berupa besi.

“Ya ada beberapa yang ditinggalkan di lokasi terus kita bawa. Nggak ada senjata. Ada beberapa barang kayak ada besi gitu dan pecahan botol. Tapi kita masih selidiki juga apakah itu bisa dijadikan bukti atau tidak,” jelasnya.

Kepala bagian (Kabag) Operasional Polres Jakarta Barat AKBP Suparmin terluka saat membubarkan tawuran antara dua kelompok massa itu. Suparmin terluka di bagian hidung dan harus menjalani operasi di RS Sumber Waras.

Sebelumnya tawuran antar dua kelompok warga ini terjadi mulai pukul 17.00 WIB dan baru berhasil dibubarkan sekitar pukul 22.00 WIB.  Tawuran ini sempat membuat ruas Jl Daan Mogot ditutup.
Awalnya satu kelompok tengah melayat seorang temannya di kawasan Jelambar. Kelompok ini berjalan sambil menggeber-geber gas motor. Situasi ini membuat kelompok yang lain yang menguasai wilayah tersebut kesal.

Akhirnya kelompok penguasa Jelambar ini memukul salah seorang pelayat. Kelompok pelayat pun tak terima akhirnya terjadi keributan. Puluhan orang pun mengalami luka-luka dan 20 motor hancur. Pusat lokasi tawuran tersebut terletak di sebuah komplek BNI di Jl Tubagus Angke. Di dalam komplek, memang menjadi markas salah satu ormas.
(gus/fay)

Sumber dari http://www.detiknews.com/read/2011/01/10/110533/1542889/10/polisi-dalami-kemungkinan-tersangka-tawuran-jelambar?n991102605

7. Okezone.com

“21 Kendaraan Hancur Akibat Bentrokan FBR”

Senin, 10 Januari 2011 – 10:09 wib

<!–div> text TEXT SIZE :   </div–> 

K. Yudha Wirakusuma – Okezone

 

Ilustrasi
JAKARTA – Humas Polda Metro Jaya, Kombes Baharuddin Jafar mengatakan bahwa 21 kendaraan roda dua yang dirusak massa, telah di amankan di Polres Jakarta Barat. 

“Ada 21 motor di pukul dan dlm keadaan baik  , kalau ada rusak pd bagian sadel atau rangka. Semua sudah di Polres,” katanya saat dihubungi okezone, Senin (10/1/2011).

Lebih lanjut ia membantah bahwa ada motor yang dibakar masa dalam konflik dua ormas tersebut. “Tidak ada,” sanggahnya.

Seperti yang diketahui bahwa pihak kepolisian belum menahan satupun pelaku bentrok pada pukul 16.00 WIB. Dalam bentrok di Jalan Jelambar Jakarta Barat, lima orang luka baik dari kedua kelompok maupun pihak kepolisian.

Tiga orang anggota FBR yang mengalami luka akibat sabetan benda tajam kini dirawat di Rumah Sakit Atmajaya. Sedangkan satu orang kelompok dari Flores luka kepala dengan tujuh jahitan.(ahm)

Sumber dari http://news.okezone.com/read/2011/01/10/338/412149/21-kendaraan-hancur-akibat-bentrokan-fbr

8. Tempointeraktif.com

“Kena Lempar Batu, AKBP Suparmin Jalani Operasi Tulang Hidung”
Senin, 10 Januari 2011 | 14:13 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta – Kepala Bagian Operasional (Kabagops) Jakarta Barat Ajun Komisaris Besar Suparmin Ari Saputra saat ini masih terbaring di kamar 311 Rumah Sakit Sumber Waras, Jakarta Barat. “Ia baru selesai menjalani operasi sekitar pukul 10.30 WIB tadi,” ujar Kapolres Jakarta Barat, Komisaris Besar Yazid Fanani, Senin (10/1).

Menurut Yazid kondisi Suparmin cukup parah. Ia pingsan sejak tadi malam hingga pagi tadi. “Hingga pagi tadi masih belum sadarkan diri,” kata Yazid.

Suparmin mengalami luka patah pada tulang hidung dan rongga sinus akibat terkena lempar benda tumpul pada saat sedang melerai bentrok dua kelompok massa di Jalan Tubagus Angke, Kelurahan Wijaya Kusuma, Tanjung Duren, Jakarta Barat, Ahad (9/1) malam.

Saat ini polisi telah memeriksa sejumlah saksi, namun belum menetapkan tersangka dalam bentrok tersebut. Korban luka akibat bentrokkan juga masih belum diketahui pasti. “Ada laporan sejumlah warga ikut terluka, saat ini sedang kami telusuri di sejumlah rumah sakit,” kata Yazid.

Saat ini sekitar 200 personel kepolisian gabungan dari Polsek, polres, dan Polda diterjunkan untuk mengamankan sekitar tempat kejadian. “Kami berjaga untuk antisipasi bentrok lanjutan,” kata Yazid. Selain itu polisi juga telah berusaha melakukan mediasi antar pemimpin kedua kelompok. “Meminta mereka menghentikan anggota agar tidak saling serang lagi,” lanjut Yazid.

Penyebab bentrok masih dalam penyelidikan polisi. Yazid menyayangkan terjadinya betrok yang diduga dipicu oleh hal sepele itu. “Kami harap warga lebih bisa mengendalikan diri, jangan terjadi bentrok dan jatuh korban lagi, jangan sia-siakan anggota saya yang terluka akibat bentrokan,” kata Yazid.
AGUNG SEDAYU

Sumber dari http://www.tempointeraktif.com/hg/kriminal/2011/01/10/brk,20110110-305052,id.html

Demikian sekilas info tentang Tawuran di Jelambar Jakarta Barat, semoga kejadian seperti ini tidak berulang-ulang terjadi. Damai dan Tenteram serta Kebersamaan dalam menjalani hidup sangat diperlukan. Bagaimanapun yang kalah atau yang menang, sama-sama menangung resiko dan kerugian. Jaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa demi Indonesia.

Penyunting : Halimi,SE,MM.

Pos ini dipublikasikan di Artikel, Berita, Hotnews dan tag , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke LAGI-LAGI TAWURAN

  1. Agung Rangga berkata:

    waduh, mudah2an gak ada tawuran lagi deh…

    silakan berkunjung…
    http://popnote.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s