Nendo, Melukis Pakai Roti Tawar

 

 

KOMPAS IMAGES/NI LUH MADE PERTIWI F

Emmy sedang mengajari pembuatan Nendo.

 

KOMPAS IMAGES/NI LUH MADE PERTIWI F

Peserta membuat Nendo.

KOMPAS.com – Di salah satu sudut kota hujan Bogor sebuah rumah makan bernama RM Soto Karak tak hanya memberikan pilihan unik berwisata kuliner, tapi juga berwisata karya. Para tamu dapat belajar keterampilan langsung dengan Emmy Subagyo, pemilik RM Soto Karak. Rumah makan ini terletak di Jl. Jend Sudirman, Bogor. Kerajinan tangan yang bisa Anda pelajari di tempat ini adalah Nendo.

Ada macam-macam kerajinan di Jepang, tapi kalau Nendo bisa dibuat jadi apa saja bisa.
— Emmy Subagyo

Nendo adalah seni melukis dari roti tawar. Kerajinan Nendo ini berasal dari Jepang. Roti tawar yang dipakai sebaiknya adalah limbah roti tawar. Jadi gunakan roti tawar yang sudah mengeras atau bahkan berjamur. Nantinya roti tawar akan berubah menjadi karya seni empat dimensi yang indah, layaknya Anda sedang membuat kerajinan keramik dari tanah liat. Selain akan menjadi karya yang indah dan membantu pelestarian lingkungan, Nendo ini memiliki nilai ekonomis.  Emmy pernah menjual lukisan Nendo karyanya seharga Rp 30 juta saat ia masih tinggal di Jepang.

Emmy memang pernah tinggal di Jepang pada tahun 1994 selama enam tahun. Ia mengikuti almarhum suaminya yang dinas di Jepang. Dari berbagai keterampilan khas Jepang yang ada, ia tertarik dengan Nendo karena bahannya bisa dipakai untuk membuat apa saja.

“Memang ada macam-macam kerajinan di Jepang, tapi kalau Nendo bisa dibuat jadi apa saja bisa,” jelas Emmy.

Apalagi menurut Emmy, Nendo saat itu belum ada di Indonesia. Ada banyak Nendo karya Emmy yang dipajang di RM Soto Karak. Salah satu yang menarik adalah lukisan Sakura dengan ukuran sekitar satu meter kali satu meter. Emmy mengaku ia membutuhkan waktu hampir satu tahun untuk membuat lukisan tersebut.

Selain itu ada banyak bunga-bunga Nendo yang dipajang di vas-vas. Selintas Anda akan mengira itu bunga sungguhan atau bunga plastik. Siapa sangka ternyata terbuat dari roti. Keunikan dari Nendo ini, hasil karya masih bearoma roti tawar. Namun dapat bertahan puluhan tahun tanpa perlu khawatir berjamur atau dimakan semut.

Jika Anda tertarik ingin membuat Nendo, pertama-tama adalah membuat adonan yang berbentuk seperti tanah liat. Untuk menghasilkan adonan tersebut Anda perlu menyobek roti hingga menjadi remahan kecil-kecil. Lalu campurkan remahan roti dengan lotion pelembab dan lem putih dengan perbandingan yang sama. Namun jangan lakukan secara sekaligus. Remahan roti pertama diberi lotion pelembab lalu uleni hingga tercampur. Kemudian tuang lem putih dan terus ulenin hingga menjadi liat dan tidak lengket lagi.

“Seperti sedang membuat adonan pempek saja,” kata Emmy sambil tertawa.

Setelah itu, gunakan cat minyak untuk memberi warna pada adonan roti. Tapi pakai saja sedikit, cukup setetes kurang sudah dapat menghasilkan warna yang pekat pada adonan. Setelah itu Anda bisa langsung membentuknya sesuai keinginan, bisa bentuk bunga, buah, atau apa saja sesuai kreativitas Anda. Bila Anda ikut dalam les Nendo bersama Emmy, mula-mula Emmy akan mengajarkan aneka bentuk bunga seperti tulip dan mawar.

Tapi perlu diingat karena adonan Nendo menggunakan lem putih jadi cepat sekali menjadi kering. Karena itu jika tak sedang dipakai, Anda harus langsung menutupnya dengan plastik. Tahap akhir adalah memberi warna finishing untuk memberi efek yang lebih hidup pada karya yang telah dibuat. Misalnya dengan efek gradasi atau bayangan. Lalu lapisi permukaan karya yang telah dibuat dengan lem putih.

“Dengan coating lem putih, hasilnya jadi lebih tahan lama dan tidak akan dimakan semut. Selain itu memberi efek mengkilap,” jelas Emmy.

Peserta kursus Nendo di Emmy sebagian besar adalah kalangan perempuan mulai dari ibu-ibu muda sampai ibu-ibu pejabat. Tak hanya perempuan yang senang membuat kerajinan tersebut, salah satu pengunjung yang tampak asyik membuat Nendo adalah Ahmad. Ia adalah peserta gathering www.wisataseru.com yang Sabtu, (18/12/2010) kumpul-kumpul di RM Soto Karak untuk belajar membuat Nendo.

“Sangat susah membuatnya karena mudah keras. Tapi saya mau belajar lagi asal waktunya lebih banyak,” kata Ahmad.

Sementara itu, Catur Guna, pendiri www.wisataseru.com menuturkan gathering kali ini memang ingin bertema go green. Setiap gathering, ia ingin agar peserta mendapatkan manfaat dan pelajaran yang bisa dibawa pulang tidak hanya sekadar makan-makan saja.

Selain kerajinan Nendo, di RM Soto Karak Anda juga bisa belajar membuat lukisan dari kain perca dan belajar membuat batik.

http://travel.kompas.com/read/2010/12/23/08484094/Nendo.Melukis.Pakai.Roti.Tawar

Pos ini dipublikasikan di Berita, Hotnews dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s