Kemendag Terus Awasi Perdagangan Dalam Negeri

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Andri Malau

TRIBUNNEWS, COM, JAKARTA – Kementerian Perdagangan akan terus melakukan pengamanan dan pengawasan terhadap produk-produk yang beredar di dalam negeri.

Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, saat konferensi pers, di kantornya, akan terus melakukan pengamanan dan pengawasan barang dan jasa di dalam negeri guna meningkatkan pengamanan terhadap produk-produk yang tidak memenuhi syarat, atau ilegal.

Bukan hanya itu saja, Kementerian Perdagangan juga sejak November telah memberlakukan aturan labeling dalam Bahasa Indonesia untuk sejumlah produk non pangan.

Lebih lanjut, dijelaskannya, pihaknya juga bekerjasama dengan BPOM untuk memastikan bahwa label berbahasa Indonesia untuk produk-produk pangan, kosmetik, dan produk-produk non pangan yang telah ditetapkan di lapangan dipenuhi.

“Ini bagian dari pelindungan konsumen dan ini juga bagian dari menjaga supaya pedagangan di dalam negeri itu adil dengan produk luar, memenuhi syarat persis seperti syarat yang dipenuhi oleh produk di dalam negeri,” jelasnya.

Sebelumnya, Kementerian Perdagangan, melalui Kepala Sub Direktorat Pengawasan Barang Perdagangan dan Aneka Industri, Verri Anggrijono, memperkirakan kerugian negara yang disebabkan perdagangan cakram optic ilegal mencapai Rp 2,2 miliar setiap tahun untuk per satu merek, Verbatim.

“Perkiraan kerugian pajak atau masukan kas negara dari impor CD/DVD Verbatim ilegal satu tahunnya mencapai US$ 240.000,” ungkapnya, di Jakarta, Rabu (24/11/2010).

Sebelumnya, Menteri Perdagangan, Mari Elka Pangestu, bersama Kepala BPOM dan tim terpadu pengawasan barang beredar (TPBB) dari Bareskrim, Ditjen Bea Cukai, Kementerian Perindustrian serta Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan DKI Jakarta melakukan inspeksi mendadak (sidak) menemukan kejanggalan pada sejumlah produk makanan dan minuman (mamin) dari dua supermarket.

Supermarket tersebut yakni PT dengan barang impor, baik dari Jepang di Pima (Supermaket Jepang) dan Korea di MGH (Mu Gung Hwa/ Supermarket Korea) di Blok M dan Blok S, Jakarta.

Dalam sidak kali ini, Mari dan tim menemukan barang ilegal di dua pusat perbelanjaan ini sejumlah produk yang tidak dilengkapi dengan nomor registrasi, label berbahasa Indonesia, garansi (elektronik), kode makanan luar, dan mengecek izin edar barang.

Saat mengunjungi MGH, Mendag menemukan pada pusat perbelanjaan ini ribuan dus mamin yang tidak sesuai dengan aturan tersebut.

Penulis: Srihandriatmo Malau  |   Editor: Anwar Sadat Guna

http://www.tribunnews.com/2011/01/05/kemendag-terus-awasi-perdagangan-dalam-negeri

Pos ini dipublikasikan di Berita, Hotnews dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s