Garam Tak Ber-SNI Beredar di Pasaran

BATUJAJAR,(GM)-
Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Disperindagkop dan UMKM) Kab. Bandung Barat (KBB) menemukan garam dalam kemasan tak berlabel Standar Nasional Indonesia (SNI), diperdagangkan bebas di Pasar Panorama Lembang. Garam tersebut harus diperiksa Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) untuk mengetahui apakah garam itu mengandung yodium atau tidak.

“Berdasarkan keterangan pedagang, garam tak berlabel SNI tersebut berasal dari Kota Cimahi. Untuk saat ini kita belum mengambil tindakan apa pun, tapi secepatnya akan berkoordinasi dengan Disperindag Kota Cimahi, mengingat garam tak berlabel SNI itu berasal dari Cimahi,” kata Kepala Seksi Perlindungan Konsumen Disperindagkop dan UMKM KBB, Daryo Solehudin, Senin (3/1).

Menurutnya, garam beryodium diatur dengan Keputusan Presiden No. 69/1994 tentang Pengadaan Garam Beryodium, Undang-Undang (UU) Nomor 7 Tahun 1996 tentang Pangan, UU No. 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen, dan Peraturan Pemerintah No. 69/1999 tentang Label dan Iklan Pangan.

Garam beryodium adalah garam yang telah diperkaya dengan yodium yang dibutuhkan tubuh untuk pertumbuhan dan kecerdasan. Garam beryodium yang digunakan sebagai garam konsumsi harus memenuhi SNI, antara lain mengandung yodium sebesar 30-80 ppm.

“Sesuai aturan, kalau garam itu tidak mengandung yodium maka harus ditarik dari peredaran,” ujarnya.

Ia menduga garam tak berlabel SNI yang ditemukan di Pasar Panorama Lembang tersebut juga beredar di pasar-pasar lainnya di wilayah KBB. Rencananya Disperindagkop dan UMKM KBB akan kembali melakukan pemeriksaan ke sejumlah pasar lainnya.

Selain pasar, sasaran pemeriksaaan garam di tempat-tempat pengepakan. Diperkirakan garam-garam yang masuk ke KBB berasal dari Cirebon dan Indramayu. “Pemeriksaan garam merupakan bagian dari perlindungan terhadap konsumen. Pemerintah berupaya agar semua garam yang dikonsumsi penduduk KBB mengandung yodium,” katanya.

Diungkapkannya, lokasi pengemasan garam di KBB antara lain terdapat di Kec. Ngamprah, dan Cihampelas. Namun diperkirakan tempat pengemasan atau pengepakan garam beryodium ini lebih dari dua tempat.

“Rencananya kita akan mengambil sampel garam dari tempat-tempat pengepakan tersebut. Untuk pemeriksaannya apakah garam itu mengandung yodium atau tidak, kita akan bekerja sama dengan BPOM. Kita pun akan meminta sertifikat garamnya yang dikeluarkan BPPOM. Sesuai aturan, garam yang tidak mengandung yodium tak boleh diperdagangkan,” ujar Daryo. (B.104)**

Sumber dari http://www.klik-galamedia.com/indexnews.php?wartakode=20110104094508&idkolom=padalarang

Pos ini dipublikasikan di Berita, Hotnews dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s