Sepeda Onthel Sepeda Masa Lalu Yang Tetap Diminati

Sepeda Onthel Memenuhi Jalanan Kota Cirebon - PR

Sepeda Onthel Memenuhi Jalanan Kota Cirebon - PR

Masih ingat ketika hari Minggu 15 Desember 2010 Ribuan Sepeda Onthel memenuhi jalanan di Kota Cirebon ? Jalur Sepeda Onthel diawali dari Gedung Negara-PelabuhanCirebon-Keraton Kasepuhan-Karanggetas-Gedung Negara membuat suasana jadi menarik dan menjadi tontonan masyarakat Kota Cirebon. Pasalnya dari atribut yang dipakai mereka sangat lucu-lucu, persis kaya jamannya “embah buyut” alias jaman bengien.

Acara jalan-jalan menyusuri kota tua Cirebon tersebut merupakan bagian dari acara Festival Sepeda Onthel Noesantara pertama yang digelar di halaman Gedung Negara yang juga kantor Badan Koordinasi Pemerintahan dan Pembangunan (BKPP) wilayah Cirebon, Sabtu-Minggu (4-5/12). Selain tur menyusuri kota tua Cirebon, festival tersebut juga menggelar festival seni budaya Ciayumajakuning, ziarah ke makam Sunan Gunungjati dan menggelar pasar klithikan (menjual onderdil dan pernak-pernik sepeda onthel) di halaman Gedung Negara. (sumber http://www.pikiran-rakyat.com)

Sepeda Onthel Yogya-gambar Google

Sepeda Onthel Yogya-gambar Google

Ternyata Sepeda Onthel banyak diminati dan sangat banyak penggemarnya diseluruh Indonesia, tentu Jogyakarta adalah daerah asal bangkitnya hobby bersepeda onthel ini. Sampai-sampai jalur khusus sepeda onthel disediakan Pemerintah Kota Yogyakarta, walaupun katanya masih belum efektif karena sering digunakan pengendara motor.

Keberadaan jalur sepeda dipayungi perangkat hukum berupa Peraturan Walikota (Perwal) No 25 Tahun 2010. Namun, menurut Kepala Seksi Rekayasa Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta,Windarto Perwal tidak diikuti sanksi.  (Sumber http://www.tribunnews.com)

onthelis - gambar Google
onthelis – gambar Google

Kegiatan bersepeda Onthel juga meramaikan Festival Onthel Cisadane Everli Ewardi di Kota Tangerang (Senin, 22 November 2010), acara dalam rangka memperingati Hari Pahlawan ini telah merekrut 1.500 pengendara Sepeda Onthel dari berbagai daerah seperti Jabotabek, Magelang, Porworejo, Ponorogo, Kediri, Bandung, Serang, Palembang, dan DI Aceh.

Kehadiran para onthelis ini mengagetkan masyarakat Kota Tangerang karena jalan-jalan protokol jantung Kota Tangerang ,yang sempat memacetkan lalulintas di Jalan Muhamad Yamin ,dipenuhi Sepeda Onthel. Bahkan rasa kaget juga dialami sejumlah warga lain di Jl. Daan Mogot, Jl. TMP Taruna, Pasar Babakan, Jl. Merdeka, Jl. Otista, Jl. KS Tubun, Jembatan Simpang Tujuh,  dan Jl. Iskandar Muda, yang menjadi rute touring sepeda onthel yang tengah mengikuti Festival Onthel Cisadane.

Festival Onthel Cisadane dibuka Wakil Walikota Tangerang H. Arief RW yang berharap agar kegiatan bersepeda-ria bisa memacu kegemaran bersepeda warga Kota Tangerang, yang pada gilirannya bisa mengurangi polusi udara dari pemakaian kendaraan bermotor. (Sumber http://www.poskota.co.id).

Demikian beberapa bagian dari kegiatan Sepeda Onthel di beberrapa daerah, hal ini menunjukkan bahwa peminat  atau penggemar Sepeda Onthel hampir merata disetiap tempat.

ontelkampung-gambar google

ontelkampung-gambar google

Sebenarnya berbicara tentang Sepeda Onthel kita akan teringat kepada alat angkut masyarakat pedesaan yang sampai saat ini banyak dijumpai di berbagai tempat, seperti Plered dan Jamblang Kabupaten Cirebon, Majalengka dan Indramayu. Alat angkut dimaksud adalah penggunaan sepeda tidak sebatas untuk pengangkut orang, tetapi lebih banyak digunakan sebagai pengangkut barang atau hasil panenan. Kita sering melihat Tukang Penjual Mangga, Tukang Penjual Pepaya dan Petani menggunakan Sepeda Onthel Tua dengan keranjang dikedua sisi.

ojeg sepeda-gambar google

ojeg sepeda-gambar google

Bahkan di sekitar jalan  Stasiun Kereta Api Jakarta Kota , Sepeda Onthel tua banyak digunakan sebagai “Ojek Sepeda”. Beberapa pelanggan ojeg sepeda justeru merasa nyaman menggunakan jasa tersebut yang mampu menerobos kemacetan lalulintas kota. Kenyataan ini menunjukan bahwa Sepeda Onthel masih bisa digunakan dan manfaatnya banyak bagi sebagian masyarakat kita.

 

Jadi jangan buang dulu sepeda tua anda, coba perhatikan dengan baik, apakah bermerk terkenal dan benar-benar masih orisinal. Siapa tahu sepeda tua anda justeru memiliki usia sangat tua, orisinal, bermerk terkenal dan ini artinya sepeda tua anda mungkin saja dicari para penggemar maniak Sepeda Onthel yang berani beli muahal.

Sejarah Sepeda Onthel

sepeda kuno-gambar google

sepeda kuno-gambar google

Perjalanan sejarah sepeda dunia diawali dengan penemuan dan pembuatan sebuah alat yang disebut “Hobby Horses” dan “Celeriferes” di Inggris pada tahun 1790. Hobby Horses bukanlah alat transportasi sepeda seperti yang kita kenal sekarang, tapi alat ini hanya rangka kayu dengan dua roda tanpa system pedal dan rantai. Pengembangan Hobby Horses dilanjutkan dengan inovasi yang dilakukan Baron Karl Von Drais dari Jerman yang pada tahun  1817  telah membuat sebuah alat baru yang dinamainya dengan “Draisenne” yang memiliki kelebihan dengan pengembangan alat gerak yang menggunakan tenaga kedua kaki si pengemudi.

capture82605_013b

Melihat kelebihan dan keuntungan penggunaan Draisenne maka alat ini makin banyak dibuat dan dimanfaatkan.

Perkembangan populasi sepeda mulai meningkat sejak dibuatnya pabrik sepeda pertama oleh James Starley dari Inggris di tahun 1870. Sepeda produksinya disebut juga dengan “High Wheel Bicycle” karena memiliki roda depan yang sangat besar dan roda belakang yang kecil. Dalam cara kerjanya menggunakan system penggerak pedal yang terdapat pada sumbu depan, disertai roda yang berjari-jari, tapi belum menggunakan rantai.

Setelah dipasarkan di Eropa ternyata terdapat beberapa keluhan dari orang-orang yang berpostur kecil dan para wanita, karena sulit untuk mengendarai High Wheel Bicycle. Menyikapi hal itu maka keponakan dari James Starley bernama John Kemp Starley di tahun 1886 melakukan lagi beberapa perubahan yang sangat berarti yaitu penggunaan jenis ukuran roda yang sama untuk begian depan dan belakang serta penggunaan rantai sebagai alat bantu gerak roda belakang yang berpengaruh terhadap kecepatan luncurnya (bentuknya telah seperi sepeda lawas/ sepeda kumbang, sepeda unto/ sepeda ontel yang kita kenal sekarang). Penemuan penting selajutnya terjadi tahun 1888 oleh John Boyd Dunlop yang menemukan tekhnologi ban sepeda yang bisa diisi dengan angin. Penemuan ini juga memberi pengaruh terhadap pemanfaatannya pada alat transportasi lain seperti untuk ban sepeda motor dan mobil.

Untuk pengembangan budaya bersepeda ke Indonesia, telah mulai dilakukan sejak zaman penjajahan Belanda. Mereka memperkenalkan sepeda- sepeda produksi Belanda seperti merek: Valuas dan produk Belanda lainnya. Bahkan mereka juga memperkenalkan sepeda produksi Eropa seperti merek: Releigh, Philips, Humber, BSA, dan beberapa merek lainnya yang masih ada dan di lestarikan oleh sekelompok kecil orang- orang Indonesia. Bagi penjajah, sepeda digunakan untuk mengelilingi daerah jajahan sambil melihat keindahan alam Indonesia. Setelah sepeda mulai diperkenalkan oleh orang-orang Belanda, ternyata para konglomerat dan penguasa lokalpun mulai tertarik dan ingin memiliki alat transpotasi ini. Hal ini menjadikan sepeda sebagai alat transportasi yang bergengsi. Karena harga dan kwalitas yang bervariasi maka dimasa awal kedatangan sepeda ke Indonesia, merek sepeda yang digunakan seseorang juga bisa melihat strata dan tingkat ekonomi pemiliknya. Dari waktu ke waktu, pengguna sepeda di Indonesia terus bertambah bahkan masih berlanjut sampai tahun 1970-an. Umumnya sepeda produksi Eropa dengan jenis sepeda lawas/ sepeda kumbang/ sepeda unto/ sepeda ontelcopy-of-p34b yang di gunakan orang-orang Indonesia di produksi dalam rentang waktu 1940 – 1950-an. Selain produksi Eropa, sepeda yang digunakan dan dipakai penduduk Indonesia juga ada yang berasal dari China dan Jepang. Setelah III abad dari penemuan awal “Hobby Horses” ternyata kita bisa melihat penggunaan sepeda sebagai alat transportasi juga mengalami pasang surut peminat dan penggunanya. Hal ini dapat kita lihat di lingkungan dan masyarakat disekitar kita. Berkurangnya pengguna sepeda ini dikarenakan makin berkembangnya pemanfaatan alat transportasi yang lebih maju seperti sepeda motor dan mobil. (Sumber dari http://history1978.wordpress.com).

Jenis-jenis Sepeda Tua

simplex-gambar google

simplex-gambar google

Sepeda tua di Indonesia bukan hanya sepeda onthel. Dalam perkembangannya kemudian, muncul sepeda kumbang, jengki, dan sundung.Mari berkenalan dengan macam-macam sepeda tua tersebut agar Anda tetap mengetahui perkembangan sepeda tua di negari sendiri.

  • Sepeda onthel atau pit onthel dikenal juga dengan sebutan pit pancal atau pit kebo. Kenapa disebut seperti itu? karena untuk menaiki sepeda tua jenis ini Anda harus terlebih dahulu meloncat (pancal). Hal ini terjadi karena ukuran ban sepedanya yang kecil mencapai 28 inchi. Merek sepeda ini yang paling terkenal saat itu adalah Philips, Rudge. Merek yang sangat terkenal saat itu. Untuk pengguna sepeda onthel wanita biasanya berukuran lebih kecil antara 57 sampai dengan 61 cm. Sedangkan untuk pria hingga mencapai ukuran rangka 66 cm.
  • Sepeda jengki sangat populer saat itu dengan  produk keluaran Cina. Merek Phoenix mendominasi sepeda tua jenis jengki ini. Ukurannya tidak mengenal untuk pria dan wanita. Sejak munculnya sepeda jengki menggusur keberadaan sepeda onthel mulai tahun 70-an. Namun nasib sepeda jengki juga tidak sebaik pendahulunya sepeda onthel. Kemunculan sepeda berjenis MTB segera menggantikan kepopulerannya.
  • Selain dua jenis sepeda tua tadi, berkembang pula jenis sepeda kumbang dan sepeda sundung. Namun di tahun 1970-an sepeda tua ini sempat digantikan oleh sepeda MTB. Nasib sepeda tua mulai bergeser dari hari ke hari dengan diciptakannya berbagai varian sepeda-sepeda modern.

Aneka Merk Sepeda Onthel

merksepeda-gambar google

merksepeda-gambar google

Terdapat 45 merk Sepeda onthel  , diantaranya :

  • Gazelle ,
  • Humber,
  • Simplek ,
  • Phillips,
  • Fongers,
  • Norman,
  • Locomotif,
  • Ray,
  • Corolla,
  • Jagger,
  • Raleigh,
  • BSA,
  • Goricke Bielefeed,
  • Magneet,
  • The Hunter,
  • Pandu,
  • Hero,
  • Hercules,
  • Sparta,
  • Eastern,
  • Rightsva,
  • The Speeds,
  • PON,
  • Teha,
  • Empo,
  • Castle,
  • Enliven,
  • Record,
  • Batalion,
  • Gruno,
  • Super Bicycle,
  • Super Kris,
  • March Cycle,
  • The Royal

Sumber dari http://sepeda.wordpress.com.

Gambar gambar Sepeda Onthel dari Google Search

Nah demikian sekelumit kisah tentang Sepeda Onthel, mudah-mudahan bermanfaat untuk sharing informasi serta menjadikan pendorong semangat untuk melestarikan Sepeda Tua.

Penyunting : Halimi,SE,MM.

 

 

Tulisan ini dipublikasikan di Artikel, Berita, Spesialnews dan tag . Tandai permalink.

2 Balasan ke Sepeda Onthel Sepeda Masa Lalu Yang Tetap Diminati

  1. yoes berkata:

    mas, tahu sepeda onthel yang di emblemnya ada tulisan DNB? mohon info mngenai sepeda ini…

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s