BEBERAPA KEGIATAN DALAM MENYAMBUT TAHUN BARU HIJRIAH

Gambar dari Google

Gambar dari Google

Seperti diketahui bersama tanggal 7 Desember 2010 kita mengalami pergantian tahun baru Hijriyah, dari 1431 ke 1432. Umat islam diseluruh dunia merayakan penyambutan Tahun Baru Hijriah 1432 termasuk negara kita, beberapa daerah menyambutnya dengan beragam acara dan kegiatan dengan maksud menanamkan makna Tahun Baru Islam kepada masyarakat setempat.

Semoga Allah SWT menganugerahi kekuatan lahir dan batin kepada kita untuk dapat berhijrah dari hal-hal yang buruk kepada kebaikan sebagaimana yang diperintahkan Allah dan diteladankan Rasulullah SAW.

1. Atraksi Tongkat Api Menyambut Tahun Baru Hijriyah

Ribuan santri Pondok Pesantren Jagastru Kota Cirebon, Jawa Barat, menggelar atraksi sepak bola dan tongkat api. Aksi menantang itu untuk menyambut 1 Muharam 1463 Hijriyah, Senin (6/12). Selain itu, para santri pun mengadakan pawai taaruf untuk memeriahkan peringatan tersebut.

Acara yang menantang dan penuh bahaya itu menjadi tradisi rutin di setiap pergantian tahun baru Islam. Meski demikian, para santri tak terluka sedikitpun. Mereka mengaku tak ada ritual khusus saat beraksi.

Dengan atraksi itu, para santri berharap dapat menanamkan makna tahun baru Hijriyah kepada masyarakat setempat. Menurut mereka, semua tantangan dapat dilalui jika percaya pada kebesaran Sang Pencipta.

Tak hanya itu, kalangan remaja dan anak-anak pun meneriakkan takbir saat berkeliling kota. Mereka melantunkan puji-pujian untuk Nabi Muhammad SAW atau salawat. Acara itu pun menjadi daya tarik bagi masyarakat setempat.(Abdul Djalil Hermawan/***)

Sumber dari http://www.metrotvnews.com

2. Sambut Muharram, Warga Kuningan Gelar Pawai Obor

Memeriahkan tahun baru 1432 Hijriyah, ribuan warga Kuningan, Jawa Barat, Senin (6/12), menggelar pawai ratusan lampion dan obor. Pawai dilakukan di sejumlah jalan protokol Kuningan.

Hujan yang mengguyur Kabupaten Kuningan tidak menghalangi aksi warga. Peserta pawai terdiri dari para siswa sekolah menengah pertama dan sekolah menengan atas serta sejumlah pegawai Pemerintah Kabupaten Kuningan.

Pawai tersebut dimulai di Stadion Mashud Wisnusaputra dan berakhir di Taman Kota Kuningan. Sepanjang jalan, mereka mengusung ratusan lampion dan obor seraya melantunkan pujian untuk Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW.

Aksi itu disambut antusias warga Kuningan. Tampak, ribuan warga menyemut di setiap jalanan yang dilalui peserta.(Abdul Jalil Hermawan/RAS)

Sumber dari http://www.metrotvnews.com

3. Warga Subang Akan Gelar Istigasah

Warga Kabupaten Subang, Jawa Barat, Ahad (5/12), akan menggelar Istigasah dalam rangka memperingati Tahun Baru 1432 Hijriyah. Doa dilantunkan untuk memanjatkan puji syukur kepada Allah SWT.

“Dalam Istigasah itu, kami berusaha merenungi tindakan serta bersyukur atas nikmat yang dikaruniai Allah. Semoga membawa berkah bagi kemaslahatan umat,” ungkap Dede Tatang, pengurus Dewan Keluarga Mesjid Fathul Chaer Kelurahan Cigadung.

Dede juga mengatakan, dalam kegiatan Istigasah itu, turut dipanjatkan doa semoga Kabupaten Subang bisa terhindar dari bencana alam. “Kami pun turut mendoakan saudara kita yang dilanda bencana alam. Semoga Allah meringankan bebannya serta memberikan ketabahan,” tuturnya.

Pada momentum Tahun Baru 1432 Hijriah, kata dia, pihaknya mengharapkan umat muslim mampu menjadi lokomotif pembangunan di setiap daerahnya masing-masing. Tentunya melalui kontribusi nyata di lingkungan masyarakatnya.(MI/RAS)

Sumber dari  http://www.metrotvnews.com

4. Warga Sidomulyo Meriahkan Tahun Baru Islam dengan Lempar Ketupat

Sambut Tahun baru Islam 1 Muharam 1432 Hijriyah yang jatuh 7 Desember 2010, ratusan warga Dusun Muneng, Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah melakukan tradisi saling lempar ketupat.

Tradisi penyambutan tahun baru itu digelar di perempatan jalan Dusun Muneng, Kelurahan Sidomulyo, pada Senin (6/12/2010) sekitar pukul 17.00 WIB. Ratusan warga setempat membawa ketupat lengkap dengan sayur-mayurnya.

Massa secara bersama-sama memanjatkan doa dan kemudian menyantap makanan itu, sedangkan sisa makanan dilemparkan diantara mereka.

Modin Kelurahan Sidomulyo, Mahsun, mengatakan, prosesi azan menghadap empat arah dan saling melempar ketupat itu merupakan tradisi leluhur.

Tradisi ini dilakukan setiap tahun, bertepatan dengan Tahun Baru Hijriah, katanya, mereka menjalani tradisi itu untuk tolak balak terutama selama setahun kedepan.

“Selain itu juga untuk melestarikan budaya nenek moyang yang turun temurun,” katanya.

Mahsun mengatakan, lempar ketupat dan azan menghadap empat arah di perempatan jalan itu sebagai suatu simbol agar segela hal yang membuat sial masyarakat tidak mendatangi dusun tersebut.

“Prosesi lempar ketupat itu hanya simbol, intinya kami berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk diberikan keselamatan di dusun ini,” katanya.  (Fat/At)

Sumber dari http://www.berita8.com

5. Benteng Budaya Nusantara ,TMII Gelar Pekan Suro

Taman Mini Indonesia Indah (TMII) menggelar ritual selamatan dan kirab Agung Suro yang dikemas dalam tajuk acara Pekan Suro mulai tanggal 5 hingga 12 Desember 2010.

“Setiap memasuki bulan Suro TMII sebagai benteng budaya nusantara selalu menggelar Pekan Suro untuk melestarikan budaya luhur kerajaan Hindu dan Islam hingga saat ini,” kata Asisten Manajer Komunikasi Promosi TMII, Gunawan Wibisono, di Jakarta, Senin (6/12/2010).

“Bagi masyarakat Jawa, malam Suro diyakini sebagai malam penuh berkah, dan itu sebabnya, setiap menyambut tahun baru kalender Jawa, TMII seperti tahun-tahun sebelumnya memperingati dengan berdoa melalui upacara Selamatan Agung di Sasana Adirasa dengan membawa berkat berupa tumpeng, hasil bumi dan berbagai jenis makanan lainnya yang akan dibagikan masyarakat luas,” tambahnya.

Pekan Suro tanggal 5 hingga 12 Desember 2010, antara lain tanggal 6 Desember 2010 digelar Nada dan Dakwah bersama Kyai Ganjur dan artis-artis ibukota, pagelaran wayang kulit Dalang Ki Purbo Asmoro, Ruwatan Sukerto Murwakala dengan Dalang Ki Sri Sadono Amongrogo.

Pada tanggal 7 Desember 2010 dipentaskan Gerebek Muharram, Ruwatan Murwokala dengan Dalang Ki Timbul Hadi Prayitno, dan juga Ruwatan Murwokala dengan Dalang Ki Manteb Sudarsono di Hotel Desa Wisata TMII.

“Tanggal satu Suro atau Muharram adalah hari terbaik yang datang setahun sekali, gunanya untuk membersihkan jiwa manusia dari kotoran, dan tanggal 11 Asura memiliki banyak keutamaan,” ujarnya. (Fat/At)

Sumber dari http://www.berita8.com

6. Gerak Jalan 1 Muharam di bandung Berhadiah Umroh

Menyambut datangnya Tahun Baru Islam 1 Muharam 1432 Hijriyah, jaringan Pemuda dan Remaja Mesjid Indonesia akan menggelar jalan sehat berhadiah umroh ke Tanah Suci.

“Peserta gerak jalan sehat akan mengikuti undian untuk biaya umroh ke Tanah Suci serta sepeda motor,” kata Panitia Penyelenggara Ahmat Toharudin di Bandung, Senin (6/12/2010).

Kegiatan gerak jalan itu akan digelar pada Selasa (7/12/2010) pagi dengan awal dan akhir digelar di Pusat Dakwah Islam (Pusdai) Kota Bandung.

Kegiatan yang akan melibatkan ribuan orang itu digelar dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam, sekaligus meningkatkan silaturahim umar Islam yang ada di Kota Bandung dan sekitarnya.

Gubernur Jawa Barat, H Ahmad Heryawan dijadwalkan akan menghadiri acara yang digelar oleh jaringan pemuda dan remaja mesjid itu. Peserta juga akan mendapat siraman rohani dari Ustadz Ahmad Humaedi.

Rute gerak jalan yang akan ditempuh yakni awal dari Pusdai Jabar, Jalan Supratman, Jalan Katamso, Jalan Surapati, Jalan Pusdai dan berakhir di Pusdai Jawa Barat.

Bagi para peserta yang belum mendaftarkan masih bisa mendaftar ke sekretariat panitia di ruang kaca Pusdai Jabar.

“Infak pendaftaran lima belas ribu rupiah termasuk kaos dan sumbangan bagi korban bencana alam,” kata Ahmat Toharudin.  (Fat/At)

Sumber dari http://www.berita8.com

7. Meriahkan 10 Muharam Muslim Bogor Berikan Santunan

Umat Islam di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mengisi peringatan 10 Muharram yang jatuh pada Minggu (27/12), dengan menyelenggarakan berbagai kegiatan bernuansa keagamaan.

Dalam perbincangan dengan di Bogor, Minggu (27/12), Ahmad dari DKM Al-Barokah, Kampung Bojongsempu, RW 06, Desa Cilebut Barat, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, mengatakan, warga setempat memeriahkan 10 Muharram dengan memberikan santunan kepada anak yatim.

‘Sudah menjadi tradisi, pada setiap 10 Muharram, kami selalu memberikan santunan kepada anak yatim. Buat kami 10 Muharram merupakan lebaran bagi yatim, karena pada momentum ini kami biasa berbagi dengan mereka,’ ujar Ahmad, yang menamatkan studi di Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor.

Lebih lanjut Ahmad mengatakan, pada 10 Muharram kali ini, warga Bojongsempu memberikan santunan kepada puluhan yatim setempat. Santunan tersebut diberikan sebagai bantunan bagi anak yatim agar mampu menutupi kebutuhan sehari-hari, terutama untuk pangan dan pendidikan.

Selain memberi santunan, warga Bojongsempu juga mengajak yatim setempat berlibur dengan mengunjungi wahana wisata. Mereka diajak mengunjungi kawasan wisata Cibubur, Jakarta Timur.

Ahmad mengemukakan, kegiatan berwisata ke Cibubur, diikuti oleh ratusan warga setempat, dengan mengendari puluhan kendaraan angkutan kota (angkot).

‘Perayaan 10 Muharram di desa kami selalu berjalan meriah, karena masyarakat sudah menganggap momentum tersebut sebagai lebaran bagi yatim, sehingga berlomba-lomba menyantuni dan membahagiakan yatim,’ tutur dia.

Sementara itu, Saepullah dari SMP Maarif Nahdlatul Ulama (NU) Sukaraja menambahkan, pihaknya juga mengisi 10 Muharram dengan menggagas sejumlah acara antara lain dengan menyantuni anak yatim, istigotsah hingga menggelar pelatihan kepemimpinan bagi siswa setempat.

’10 Muharram kami jadikan sebagai wahana berbagi dengan yatim. Selain itu kami juga menularkan tradisi menyantuni yatim kepada siswa SMP, agar begitu mereka dewasa peduli terhadap nasib yatim dan dhuafa,’ katanya.(Ar/At)

Sumber dari http://www.berita8.com

8. Bersih Kampung Sambut Suro

Menyambut Tahun Baru 1 Muharam 1432 Hijiriyah, DPC Partai Demokrat Pacitan dan Gerdu Biri menggelar kegiatan bersih kampung. Acara Pengundian pemenang bersih kampung yang digelar di halaman DPC Partai Demokrat Pacitan ini dihadiri Calon Bupati Pacitan dari Partai Demokrat, Drs. Indartato, MM, Ketua Ranting Demokrat dan kepala desa dari 12 kecamatan.

Menurut Sugiri Sancoko, Ketua Gerdu Biru yang juga Anggota DPRD Propinsi Jawa Timur, kegiatan ini motivasinya untuk membersihkan hati dan nurani dari segala prasangka. Sekaligus untuk mengendapakan hiruk-pikuk politik menghadapi Pemilukada Pacitan.

“Momen ini juga sekaligus untuk melakukan perenungan agar selalu diberi keteduhan dengan mengedepankan budaya santun untuk untuk menghasilkan ekuilibrium politik, mencapai tataran politik yang lebih tinggi dan bermartabat,” ungkap Sugiri Sancoko, Ketua Gerdu Biru, Minggu malam (5/12).

Hal senada diungkapkan Ketua DPC Partai Demokrat Pacitan, Soetopo, bahwa dengan kegiatan ini diharapkan hiruk-pikuk politik menjadi lebih santun dan teduh.

“Kita berdoa semoga negara dan bangsa ini selalu dihindarkan dari segala ancaman dan gangguan, Presiden SBY juga diberi keleluasaan memimpin negeri ini hingga akhir jabatannya nanti,” ujar Soetopo.

Tak lupa Soetopo juga berpesan kepada kader Demokrat serta masyarakat Pacitan untuk mendoakan semoga calon bupati dan wakil bupati yang diusung Partai Demokrat direstui Allah.
Seperti diketahui, Kegiatan bersih desa ini diikuti oleh 62 desa dari 12 kecamatan yang ada. Sebagai rangsangan, pihaknya juga memberikan sejumlah hadiah berupa 2 ekor sapi, 3 ekor kambing dan ratusan ayam kampung.

Dari hasil undian yang dilakukan di DPC Partai Demokrat, hadiah utama berupa 1 ekor sapi besar diterima Desa Karangnongko, Kecamatan Kebonagung. Sementara hadiah kedua berupa 1 ekor sapi sedang diperoleh desa Gasang Kecamatan Tulakan, untuk hadiah ketiga berupa 2 ekor kambing diterima desa Bubakan, Tulakan dan hadiah keempat berupa 1 ekor kambing diperoleh Desa Kemuning Kecamatan Tegalombo.

“Untuk desa-desa yang lain, sejumlah 58 desa masing-masing akan mendapatkan 3 ekor ayam kampung,” jelas Soetopo. (*)

Sumber dari http://www.kabarindonesia.com

9. Malam Tahun Baru Islam Ramai pawai Obor

Ratusan pemuda dan mahasiswa Islam di Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Senin (6/12/2010) malam, menggelar pawai obor guna memperingati Tahun Baru Islam 1432 Hijriah.

Aksi pawai obor yang digelar oleh 11 organisasi pemuda dan mahasiswa ini mulai dari monumen Arek Lancor menuju kantor pemkab di Jalan Kabupaten Pamekasan yang berjarak sekitar 1 kilometer.

Aksi pawai obor ratusan pemuda dan mahasiswa Islam Pamekasan itgu menjadi tontonan menarik warga Pamekasan, sebab selain membawa obor, mereka juga membacakan shalawat Nabi di sepanjang jalan.

“Kegiatan pawai obor ini sengaja kami gelar pada malam Tahun Baru Islam kali ini sebagai upaya untuk memeriahkan pergantian tahun baru Islam,” kata juru bicara mahasiswa, dari kelompok organisasi Ikatan Mahasiswa Hukum Indonesia (Ismahi) Pamekasan, Wahyu.

Sebelum melakukan pawai obor, para pemuda dan mahasiswa Islam Pamekasan ini terlebih dahulu melakukan renungan di sekitar monumen Arek Lancor yang merupakan jantung Kota Pamekasan.

Renungan yang dilakukan para aktivis pemuda ini dengan mengajak para pemuda Islam hendaknya bisa berbuat lebih baik di masa-masa yang akan datang.

“Semoga dengan pergantian tahun baru Islam ini, amal perbuatan kita bisa menjadi lebih dalam banyak, menjadi orang yang berguna bagi bangsa, dan agama,” ucap Wahyu.

Aksi pawai obor yang dilakukan ratusan pemuda Islam dari berbagai organisasi pemuda dan mahasiswa di kota itu menjadi perhatian warga di sepanjang jalan yang dilalui peserta pawai.

Sesampainya di depan kantor pemkab, ratusan pemuda ini menggelar istigasah, dan memohon kepada Allah SWT agar bangsa Indonesia senantiasa bebas dari berbagai bencana alam yang akhir-akhir ini sering terjadi di negeri ini.

Ke-11 elemen organisasi pemuda dan mahasiswa Pamekasan pada malam tahun baru Islam 1432 Hijriah Senin malam itu meliputi, Ikatan Mahasiswa Hukum Indonesia (Ismahi), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Senat Akademi Keperawatan (Akper) dan Forum Kota (Forkot) Pamekasan.

Selanjutnya Komite Arek Lancor Bangkit (Kalab), Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI), Mahasiswa Sumekar Raya (Mahasurya), Aliansi Pemuda Oyes (Apoy) dan Aliansi Mahasiswa Pejuang Rakyat (Ampera) Pamekasan.(Irf/At)

Sumber dari http://www.berita8.com

10. Pawai Obor Tahun Baru Islam Macetkan Jl Buncit Raya

Ratusan warga Jl Warung Buncit Raya, Jakarta Selatan, menggelar pawai obor dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1432 Hijriah. Pawai ini mengakibatkan kemacetan yang cukup parah.

Pawai dimulai dari Masjid Ash Shalafiyah, Jakarta Selatan, selepas salat Isya atau sekitar pukul 19.30 WIB. Peserta pawai mengenakan aneka macam busana dari seperti Sunan hingga kostum ala setan bertanduk merah.

“Rutin ini mbak setiap tahun. Lebih ramai ketimbang malam takbiran karena kalau malam tahun baru yang ikut bapak-bapak dan ibu-ibu. Kalau takbiran cuma anak-anak,” tutur seorang ibu asal Lebak Bulus yang ikut menyaksikan pawai tersebut, kepada detikcom di Jl Warung Buncit Raya, Jakarta Selatan, Senin (6/12/2010).

Pantauan detikcom, pawai ini cukup panjang. Kemacetan terjadi sejak pawai dimulai.

“Ini kalau lagi nggak hujan lebih ramai, bisa macet total,” keluh ibu tersebut.

Dalam pawai tersebut, ribuan pemuda dan anak-anak menyanyikan lagu sholawat sambil memikul imitasi Ka’Bah, Janur Kuning dan membawa obor. Anehnya beberapa peserta yang lain justru memikul keranda.

Para peserta pawai juga menyalakan kembang api yang membuat malam Tahun Baru Islam itu cukup meriah walau tengah diguyur hujan gerimis. Beberapa warga yang rumahnya dilintasi pun ikut keluar untuk menyaksikan pawai tersebut. (feb/van)

Sumber dari http://www.detiknews.com

11. Kirab Sambut Tahun Baru Islam

Berbagai acara dilakukan menyambut Tahun Baru Islam tadi malam. Di sejumlah tempat,masyarakat larut dalam pawai obor dan di tempat lain digelar pengajian.Kemeriahan pawai obor itu di antaranya terlihat di Kelurahan Pinang Ranti,Jakarta Timur.

Malam Tahun Baru Islam (1 Syuro dalam penanggalan Jawa) juga diperingati Pura Mangkunegaran, Solo, Jawa Tengah, dengan menggelar kirab pusaka. Kirab di Mangkunegaran dimulai selepas isya. Rombongan kirab dilepas langsung KGPAA Mangkunegoro IX. Pusaka yang dikirab yakni lima tombak dan sebuah joli (kotak tandu). Yang menjalankan tugas (Ymt) Pengageng Kabupaten Mondropuro Pura Mangkunegaran Mas Ngabehi Supriyanto Waluyo mengungkapkan, dasar penentuan peringatan pergantian tahun Jawa di Pura Mangkunegaran mengikuti keputusan pemerintah dalam menetapkan 1 Hijriah.“Kalender Jawa itu dimulai pada masa Mataram Kuno yakni oleh Sultan Agung.

Waktunya hampir sama dengan pengalenderan Islam,”ungkapnya tadi malam. Sementara setelah seluruh rombongan diberangkatkan,warga saling berebut air setaman yaitu air yang telah dicampur bunga tujuh rupa.Warga mempercayai air itu bakal membawa berkah. Salah satunya Sugiyem,warga Sumberlawang, Sragen.“Saya tiap tahun datang ke sini,” katanya sembari memperlihatkan beberapa helai kelopak mawar yang dipercaya akan membawa keberuntungan. (fefy dwi haryanto)

Sumber dari http://www.seputar-indonesia.com

12. Pawai Obor Semarakkan Tahun Baru Hijriah di Purwakarta

Pawai obor yang digelar sekelompok pelajar dan masyarakat di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Senin (6/12) malam, menyemarakkan peringatan Tahun Baru Hijriah, 1 Muharam 1432 H.

Pawai obor yang digelar oleh sebuah lembaga pendidikan Islam Ibnu Sina Purwakarta itu berlangsung selepas Shalat Magrib, mengelilingi kawasan kota Purwakarta di tengah guyuran hujan.

Dari atas mobil bak terbuka, pimpinan pawai tidak henti-hentinya mengajak ummat Islam di Purwakarta untuk merayakan Tahun Baru Hijriah. Dia juga mengajak kalangan masyarakat untuk mempererat persatuan dan kesatuan dan terus berupaya melakukan pembertantasan maksiat.

Beberapa orang di antaranya membagikan selebaran mengenai perayaan Tahun Baru Hijriah kepada warga yang menyambut pawai obor di Kota Purwakarta.

Sementara itu, pawai obor yang rencananya dilaksanakan Pemkab Purwakarta batal dilaksanakan tanpa alasan yang jelas.  Kegiatan lain yang terjadwalkan seperti lomba “ngaliwet” (menanak nasi) yang akan digelar di halaman kantor Bupati, juga gagal.

Rencananya, lomba ngaliwet merayakan tahun Baru Islam itu akan diikuti seluruh dinas/instansi di lingkungan Pemkab Purwakarta. Tidak diperoleh keterangan penyebab batalnya rencana kegiatan perayaan Tahun baru Hijriah oleh Pemkab Purwakarta itu.

Namun, suasana menjelang Tahun baru Hijriah sekarang ini di Purwakarta terganggu oleh hujan yang mengguyur deras sejak petang hari. (Ant/OL-2)

Sumber dari http://www.mediaindonesia.com

13. Pawai Ta’ruf di Tahun Baru Islam

Masyarakat Kota Sambas, Kalimantan Barat, merayakan Tahun Baru Islam 1432 H dengan menggelar Pawai Ta`ruf, Minggu (5/12), diikuti ratusan anggota Badan Kontak Majelis Taklim.

Ketua Pemuda Peduli Tebas, Rudi, yang ikut membawa anggotanya ikut berpawai menyatakan, kegiatan dimulai dari halaman Mesjid Al Manar Tebas, dengan rute hingga GOR Gayung Bersambut Makrampai pulang pergi, Minggu.

Dalam acara itu berbagai penampilan diperlihatkan peserta seperti membawa replika unta binatang khas padang pasir, membawa replika Alquran, serta sejumlah spanduk berisi ajakan untuk selalu mengingat tahun baru Islam.

Rombongan pawai diawali oleh mobil badan pemadam kebakaran, yang diikuti oleh grup drumband dari Madrasah Tsanawiyah Gerpemi Tebas. Organisasi kemasyarakat Pemuda Peduli Tebas (PPT), turut pula ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

Seluruh anggota PPT ikut serta dalam pengamanan pawai tersebut, mereka membantu aparat kepolisian mengatur lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan jalan.

Pemuda Peduli Tebas merupakan organisasi kemasyarakatan di Kecamatan Tebas, yang banyak berperan dalam kegiatan sosial dimasyarakat.

Dalam setiap kegiatan di Kota Tebas, PPT akan turut membantu terselenggaranya kegiatan tersebut agar sukses dan berlangsung dengan aman dan tenang.

Demikian pula dalam memeriahkan menyambut tahun baru Islam PPT kembali berperan membantu suksesnya kegiatan tersebut.

Menurut Rudi, kemeriahan tahun baru Islam jangan disalah artikan dan umat hendaklah selalu merayakan pergantian tahun itu dengan introspeksi dan makin mendekatkan diri kepada Allah SWT. [TMA, Ant]

Sumber dari http://www.gatra.com

14. Menyambut Tahun Baru Hijriah, Pawai Anti Maksiat di Toli Toli

Ratusan umat Islam di kota Tolitoli, Sulawesi Tengah, menggelar pawai obor bertemakan “Pawai Anti Maksiat” menyambut Tahun Baru Islam 1432 Hijriah.

“Tema ini diambil untuk membangkitkan semangat kaum muslimin dalam memberantas perbuatan maksiat,” kata kordinator pawai, Andi Hamka Pallewai, di Tolitoli, Senin. Menurut Hamka yang juga Ketua Forum Pembela Islam (FPI) Kabupaten Tolitoli, antusias umat Islam di daerahnya dalam menyambut 1 Muharram 1432 Hijriah sangat tinggi, ditandai dengan banyaknya anggota jemaah dari berbagai masjid yang mengikuti kegiatan ini.

Pada Senin malam tadi, sekitar pukul 19.30 WITA, para peserta pawai sudah berkumpul di lapangan Yayasan Pendidikan Muhammadiyah Tolitoli, kemudian berarak keliling kota Tolitoli. Di antara pesertanya adalah juga pengurus dan simpatisan FPI, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), dan Ikatan Remaja Muhammadiyah (IRM).

Ia menilai, umat Islam di negeri ini sudah jauh terkontaminasi dengan pengaruh budaya barat dan meninggalkan budaya yang diwariskan oleh Nabi Muhammad SAW. Tidak hanya di Tolitoli saja, katanya, budaya minum-minuman keras dan zina makin merjalela di berbagai daerah.

Hamka mengatakan, peserta pawai obor ini didominasi oleh kalangan pelajar dan mahasiswa. Pihak panitia sengaja mengumpulkan kalangan muda, sebab mereka inilah yang paling rentan dikontamninasi arus budaya barat.

“Untuk menepis dan membentengi kaum muda dan pelajar, seharusnya ditanamkan nilai-nilai agama sejak dini. Sebab, perbuatan maksiat itu selain dibenci oleh Sang Khalik, juga melanggar undang-undang di negeri ini,” katanya.

Usai pawai obor mengelilingi jalan-jalan protokol dalam kota, para peserta pawai kembali dikumpulkan di lapangan Yayasan Pendidikan Muhammadiyah untuk mendengarkan tauziyah yang disampaikan sejumlah mubaliq setempat.

Red: Krisman Purwoko

Sumber dari http://www.republika.co.id

15. Malam Tahun Baru Islam, Pemko Gelar Dzikir dan Sholat Tobat Bersama

Pemerintahan Kota (Pemko) Pekanbaru, kembali menggelar acara rutin setiap tahunya, untuk memperingati datangnya tahun baru satu Muharram 1431 Hijriyah. Dengan menggelar zikir dan sholat taubat bersama, yang dilakukan di masjid-masjid, sedangkan untuk tahun ini Pemko memusatkan di masjid Ar-rahman Jalan Sudirman, yang berdektan dengan kantor walikota. Acara ini dimulai pukul 16.00- 20.00 WIB, dipimpin langsung oleh Walikota Pekanbaru Herman Abdullah.

Peringatan acara menyambut tahun baru Islam ini, tidak hanya dilakukan di Masjid Ar-rahman saja, sebab walikota sudah menghimbau kepada seluruh kecamatan, dan kelurahan, untuk menggelar acara yang sama dimasjid masing-masing. “ Meriahkan tahun baru Islam ini, kita lakukan serentak di setiap kecamatan, saya sudah menghimbau agar melakukan kegiatan zikir dan sholat tobat bersama pada masjid ditempat masing-masing. Harapan kita dengan mengadakan zikir dan sholat bersama, bisa mendatangkan berkah, ridho Allah, dan semoga bangsa kita terhindar dari bencana yang terus menimpa. Selain itu kita himbau untuk masyarakat Pekanbaru agar menghindari maksiat, meriahkan tahun baru Islam ini dengan nilai-nilai ibadah, “ ujar walikota, Senin (6/12/10) saat wawancara dengan wartawan.

Lebih lanjut lagi walikota mengatakan jika peringatan tahun baru islam ini, sudah semestinya dimeriahkan, dengan besar-besaran bila perlu asalkan bernilai positif dan ibadah. Sebab menurutnya jika tahun baru Masehi atau umum, saja bisa meriah kenapa tahun baru islam tidak bisa meriah juga, “ Kalau tahun baru Masehi saja bisa meriah hingga jalan-jalan padat, kenapa tahun baru islam, kita tidak bisa memerihakan dengan semarak, apalagi penduduk pekanbaru mayoritas beragama islam 80 persen, sudah semestinya kita jangan kalah dengan perayaan tersebut yang belum tentu bernilai ibadah, kalau bisa harus lebih meriah, “ ungkap walikota.***(yunk)

Sumber dari http://www.riauterkini.com

16. Sambut 1 Muharam dengan Memasak Nasi Samin

Warga Dusun III dan IV Desa Permatabaru, Kompleks Perumahan Griya Mandala Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir (OI) menyambut pergantian tahun islam (Hijriyah) 1 Muharram 1432 H yang jatuh 7 Desember 2011 dengan memasak nasi samin, Senin (6/12).

Pelaksanaan penyambutan pergantian tahun Islam ini dilakukan di Masjid Ar-Rahma Kompleks Perumahan Griya Mandala dengan acara yasinan dan doa serta menyantap nasi samin bersama.

Sanwani, panitia pelaksana acara mengatakan, penyambutan tahun baru Islam ini baru pertama dilakukan warga setempat. Tujuannya kegiatan seperti ini bisa dilaksanakan setiap tahun supaya gebiyar penyambutan tahun baru umat Islam itu juga terlihat.

“Kita berusaha untuk menjadikan kegiatan ini setiap tahun, karena setiap pergantian tahun baru Islam selalu sepi. Beda sekali dengan penyambutan tahun baru masehi,” jelasnya.

Sanwani menambahkan, untuk mengadakan sajian makan nasi samin ala budaya Arab itu, warga setempat secara gotong royong menyumbang ayam dan memasaknya bersama.

“Kita pilih ayam kampung, kemudian dimasak sebagai lauk nasi samin, sebelum disantap, digelar yasinan dan doa pergantian tahun di masjid,” jelasnya seraya menambahkan acara akan usai pada pukul 22.00. (trs)

Sumber dari http://www.sripoku.com

17. Jalan santai 1 Muharam di Manggala

Ratusan warga kompleks perumahan Pesona Prima Griya, Kelurahan Bangkala, Kecamatan Manggala, Kota Makassar akan mengikuti jalan santai menyambut tahun baru Islam 1 Muharram 1432 Hijriah yang jatuh pada Selasa (7/12/2010).

Rute yang akan ditempuh adalah jalan yang ada di sekitar kompleks. Acara ini digelar juga untuk meningkatkan ukhuwah islamiah. Kepada wartawan Tribun-Timur.Com salah seorang panitia penyelenggara Afran Ali mengatakan jalan santai ini  terbuka untuk umum, termasuk juga warga non-muslim.(*)

Sumber dari http://www.tribun-timur.com

18. Warga Magetan Berebut Berkah Bolu Rahayu

Ribuan warga Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Senin (6/12), berdesakkan berebut berkah roti bolu rahayu, pada perayaan tradisi Ledug Suro yang digelar untuk menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam atau 1 Suro.

Puncak dari tradisi tahunan Ledug Suro yang dipusatkan di Alun-Alun Magetan itu, adalah ngalub atau meraih roti bolu rahayu yang diyakini warga mendatangkan berkah bagi kehidupan.

Dalam tradisi ini, ribuan warga tumpah ruah mengikuti acara Ledug Suro. Upacara diawali dengan kirab bolu rahayu yang dibentuk menyerupai lesung dan bedug masjid.

“Hampir setiap tahun saya selalu mengikuti acara ini. Warga Magetan percaya jika berhasil mendapatkan bolu rahayu akan mendapatkan berkah dan segala keinginannya akan terkabul,” ujar salah satu warga Magetan, Anif Sriwati.

Warga Magetan terlihat antusias mengikuti perayaan acara yang dihelat satu tahun sekali ini. Meski dalam guyuran hujan, mereka terlihat senang mengikuti tahapan proses upacara.

Selain keinginan pribadi, tujuan ngalub berkah bolu rahayu tersebut, adalah harapan pada tahun mendatang agar kehidupan warga Magetan dan bangsa Indonesia menjadi lebih baik.

Untuk mendapatkan bolu rahayu tidaklah mudah. Warga harus berdesak-desakan demi untuk mendapatkan bolu rahayu, kendati yang tersisa hanya remah-remah bolu rahayu.

Apalagi bolu telah rusak karena terkena air hujan, namun hal tersebut tidak menyurutkan warga untuk ngalub berkah.

Menurut Kepala Bagian Humas Kabupaten Magetan, Muklis, perayaan Ledug Suro rebutan berkah bolu rahayu ini diselenggarakan untuk bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dan melestarikan budaya Magetan.

“Selain budaya, tujuannya agar mendapat berkah di Tahun Baru Islam ini. Bolu rahayu merupakan jajanan khas Magetan, sehingga selain budaya juga untuk promosi makanan khas,” katanya.

Menurut dia, tradisi Ledug Suro ini telah menjadi agenda wisata budaya tahunan Kabupaten Magetan dan diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke daerah setempat.

Tradisi Ledug Suro ini menghabiskan sekitar 15 ribu biji kue bolu. Pembuatannya dilakukan sendiri oleh industri rumah tangga kue bolu yang ada di Kabupaten Magetan. (Ant/OL-2)

Sumber dari http://www.mediaindonesia.com

19. Tahun Baru Islam dengan Nikah dan Khitanan Massal

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, menggelar kegiatan nikah massal dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1432 Hijriyah sekaligus “haul” KH Abdurrahman “Gus Dur” Wahid pada hari ini(7/12/2010).

Ketua PC NU Kabupaten Bekasi Munir Abbas Bukhori, di Cikarang kemarin(6/12) mengatakan, selain nikah massal juga akan digelar kegiatan khitanan massal yang akan diikuti kaum tidak mampu di wilayah setempat dengan bekerjasama melalui pihak terkait di Pemerintah Kabupaten Bekasi.

“Kegiatan ini berangkat dari rasa keprihatinan kami terhadap banyaknya pasangan keluarga miskin yang telah menikah tetapi belum memiliki buku nikah. Kami akan melakukan `isbat nikah` mereka,” katanya.

Pihaknya berharap, kegiatan itu dapat mengakomodir kebutuhan surat keterangan “isbat nikah” yang dikeluarkan Pengadilan Agama yang bisa dipakai misalnya sebagai persyaratan pembuatan akta kelahiran seorang anak.

“Hingga kini kami masih mendata jumlah peserta yang akan mengikuti kegiatan nikah massal kali ini. Yang jelas jumlahnya bisa mencapai lebih dari 50 pasangan,” ujarnya.

Kepala Kementerian Agama Kabupaten Bekasi Drs H Jaja Jaelani, menyambut baik gagasan itu.

“Di Kabupaten Bekasi masih cukup banyak warga yang menikah secara adat melalui amil, tanpa dilengkapi buku nikah. Ini akan menyulitkan anak-anak mereka, misalnya saat membuat akta kelahiran untuk berbagai kepentingan administrasi, semisal untuk mendaftar sekolah atau bekerja,” ujarnya.

Salah satu persyaratan mutlak pengurusan akta kelahiran di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bekasi, kata dia, adalah harus melampirkan buku nikah orang tuanya.

“Banyaknya keluarga atau pasangan suami istri yang belum memiliki buku nikah, memang perlu ada kegiatan `mengisbatkan pernikahan` mereka. Namun, pemerintah masih terkendala masalah anggaran,” demikian Jaja.

Malam sebelumnya(6/12) rangkaian acara sudah diawali dengan doa bersama yang diikuti oleh sekitar ribuan jamaah NU di Bekasi berlokasi di kantor Sekretariat PC NU Jalan KH Mas`ud Nomor 164, Desa Tridayasakti, Tambun Selatan.(ant/ndr)

Sumber dari http://nasional.inilah.com

20. Festival Tabot Bengkulu 2010 Dibuka

Gubernur Bengkulu Agusrin Najamudin membuka Festival Tabot Bengkulu 2010 sekaligus menandai dimulainya ritual Tabot yang dilaksanakan Kerukunan Keluarga Tabot Bengkulu untuk menyambut 1 Muharram 1432 Hijriyah.

Acara pembukaan festival yang digelar di depan Tugu Thomas Parr Kelurahan Malabero itu dihadiri seluruh unsur Muspida provinsi, para bupati, dan wakil bupati di 10 kabupaten dan kota serta tamu undangan dari provinsi tetangga.

“Melalui festival ini kita tingkatkan keimanan dalam menyambut tahun baru Hijriah sekaligus melestarikan budaya daerah,” katanya, Senin (6/12). Festival Tabot akan terus ditingkatkan hingga menjadi daya tarik bagi para wisatawan lokal dan internasional mengunjungi Bengkulu.

Apalagi kota ini menyimpan sejumlah peninggalan sejarah seperti Benteng Marlborough dan rumah pengasingan Bung Karno pada 1938-1942 yang kondisinya sangat baik.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu Agus Setiyanto mengatakan Festival Tabot terus ditata dari tahun ke tahun sehingga pelaksanaannya memberi manfaat positif bagi masyarakat Bengkulu. “Kegiatan ini menjadi ajang melestarikan budaya Bengkulu dan diharapkan mampu meningkatkan sektor pariwisata daerah,” katanya. (Ant/OL-5)

Sumber dari http://www.mediaindonesia.com

Demikian kumpulan aneka kegiatan disetiap daerah dalam menyambut Tahun Baru Islam menurut berita online, mudah-mudahan tulisan ini dapat menggugah kita untuk lebih memeriahkan kembali di tahun mendatang. Peringatan Tahun Baru Islam atau Tahun Baru Hijriah merupakan momentum penting dalam peningkatan Ketaqwaan serta momentum langkah awal keseriusan dalam mencoba hijrah pada prilaku Rasulullah.

Selamat Tahun Baru 1 Muharam 1432 Hijriyah!

Penyunting : Halimi,SE,MM.

Tulisan ini dipublikasikan di Berita, Hotnews dan tag . Tandai permalink.

2 Balasan ke BEBERAPA KEGIATAN DALAM MENYAMBUT TAHUN BARU HIJRIAH

  1. FAISAL berkata:

    banyak sekali ya acara dimasing2 daerah menyambut datangnya tahun baru hijriah …
    yang penting asal tetap tidak menuju kemusyrikan
    kunjungan balik sangat diharapkan

    http://pitaxxx.wordpress.com/

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s